Governance, Risk Management & Compliance

Pertamina Setor Deviden 7.95 Triliun

Rabu 5 Juni 2019 23:15:0

Hasil RUPS juga menyampaikan kinerja keuangan Pertamina dinilai bagus dengan perolehan laba mencapai USD 2,53 miliar atau Rp 35,99 triliun.

JAKARTA, Stabilitas--PT Pertamina (Persero) meraih capaian kinerja yang positif di sepanjang tahun 2018. Pendapatan perusahaan pada tahun 2018 tercatat sebesar 57.93 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 46 miliar dolar AS.

Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Pertamina Pahala Nugroho Mansyur usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Pahala menjelaskan, meskipun pada tahun lalu terdapat dinamika yang mempengaruhi kinerja sektor migas seperti nilai ICP yang berada di level 67.47 dolar AS per barel dan kurs yang berada di kisaran Rp14.246 namun Pertamina berhasil membukukan laba bersih sebesar 2.53 miliar dolar AS yang setara dengan Rp35,99 triliun.

Dari laba bersih tersebut, sebanyak Rp7,95 triliun di antaranya akan diberikan sebagai dividen kepada pemerintah. Besaran dividen ini mencapai 22 persen dari laba yang dicapai perseroan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan investasi Pertamina yang besar, salah satunya untuk belanja modal atau Capex.

"Pada 2019 kita ditargetkan Capex sebesar 5.2-5.7 miliar dolar AS. Bayangkan, kita harus mengeluarkan Capex sebesar Rp80 triliun yang membutuhkan dukungan cash flow cukup kuat," tuturnya.

Pahala melanjutkan, kinerja positif Pertamina tidak hanya terletak pada sisi finansial perusahaan namun juga pada keberhasilan menjalankan penugasan dari pemerintah berupa penyediaan BBM solar, minyak tanah dan premium serta LPG tabung 3 kg bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah. Sampai dengan 31 Desember 2018 Pertamina berhasil melaksanakan penyaluran BBM satu harga sebanyak 123 titik di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Indonesia.

Dalam kondisi demikian, perusahaan dianggap tetap mampu mencetak kinerja yang positif meskipun terjadi penurunan tipis di perolehan laba dibanding tahun 2017 yang mencapai 2.54 miliar dolar AS.

Pahala menambahkan, kinerja positif ini juga ditandai di bidang operasional dengan meningkatnya produksi minyak dan gas sebesar 921,36 MBOEPD atau naik 33mmm dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 693 MBOEPD. Demikian juga dengan lifting minyak mentah dan gas yang tercatat sebesar 757,26 MBOEPD atau naik 36 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 556,33 MBOEPD. Untuk menjaga keberlanjutan produksi migas Indonesia, Pertamina juga telah berhasil meningkatkan tambahan cadangan migas pada tahun 2018 mencapai 426,25 MMBOE atau 36 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi di tahun sebelumnya.

Di sektor pengolahan minyak, kemampuan kilang Pertamina untuk menghasilkan produk yang bernilai (yield valuable product) tercatat naik menjadi 79,57 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 78,13 persen. Pun dengan realisasi pengolahan minyak mentah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2018 tercatat pengolahan minyak mentah mencapai 333,28 juta barel atau naik 4 persen dibandingkan tahun 2017 yang mencapai sebesar 320,50 juta barel," kata Pahala.

Di bidang pemasaran, volume penjualan mengalami kenaikan 4,5 persen pada 2018 menjadi sebesar 86,5 juta KL dibandingkan pada 2017 yang sebesar 82,76 juta KL. Demikian pula halnya dengan penjualan gas yang mencapai 1.122,62 ribu BBTU dengan transportasi gas mencapai 777,01 BSCF. Keduanya mengalami peningkatan sekitar 2 persen dibandingkan realisasi tahun 2017.

Pencapaian kinerja positif ini sayangnya diiringi dengan catatan keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Tahun Buku 2018 PT Pertamina (Persero). Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, jika sesuai jadwal, Pertamina seharusnya telah menyerahkan laporan keuangan sejak Februari lalu. Namun, laporan baru diserahkan Mei 2019.

"Akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan ini, tingkat kesehatan administrasi menjadi ada yang berkurang. Namun demikian, RUPS tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu rampung sebelum Juni," pungkas Fajar. (Is)

Naik Kelas ke Bank BUKU III, BNI Syariah Kokohkan Inovasi Digital

Thu, 28 May 2020 - BNI Syariah mencetak laba bersih Rp214,01 miliar pada triwulan I 2020, naik 58% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp135,35 miliar.

Rayakan Lebaran, SIG Tetap Bantu Masyarakat Hadapi Covid-19

Sat, 23 May 2020 - SIG menyalurkan 64.601 paket kebutuhan pokok bagi warga Provinsi DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan

Sambut Idul Fitri, WIKA Salurkan Sembako untuk Warga DKI Jakarta dan Jawa Barat

Thu, 21 May 2020 - Program ini menjadi langkah nyata WIKA untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.

BNI Syariah Kembangkan Produk BNI Griya Swakarya iB Hasanah

Mon, 18 May 2020 - Saat ini pola pengembangan proyek BNI Griya Swakarya iB Hasanah dilakukan dengan mencari captive market terlebih dahulu.

Bank Mandiri Ungkap Siap Jalankan Skenario New Normal

Mon, 18 May 2020 - Bank Mandiri telah menyosialisasikan protokol kesehatan the new normal.

Bermasalah, KAEF Hentikan Distribusi Rapid Test Biozek

Thu, 14 May 2020 - Kebijakan penghentikan distribusi tersebut diambil seiring dengan munculnya informasi bahwa alat uji cepat itu bermasalah dalam hal transparansi terkait pihak yang memproduksi alat tersebut.



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi