Governance, Risk Management & Compliance

Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Angkat Lima Isu Utama Indonesia

Jumat 7 September 2018 12:8:0

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai sebagai negara dengan perekonomian yang telah bereformasi (reformed), memiliki daya tahan (resilient) serta progresif (progressive).

JAKARTA, Stabilitas -- Kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 pada 8-14 Oktober 2018 di Bali, Indonesia, akan membahas 5 (lima) isu utama Indonesia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai sebagai negara dengan perekonomian yang telah bereformasi (reformed), memiliki daya tahan (resilient) serta progresif (progressive).

Mengutip pernyatan resmi Bank Indonesia yang dirilis Rabu (5/9/2018), isu Pertama adalaj penguatan International Monetary System (IMS). Normalisasi kebijakan moneter negara maju berdampak terhadap kestabilan sistem keuangan dunia. Berbagai negara khususnya negara berkembang perlu memahami dampak langkah kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju sehingga dapat memitigasi potensi risiko yang mungkin timbul. Salah satu mitigasi yang menjadi fokus bahasan adalah sinkronisasi kebijakan normalisasi yang ditempuh negara maju dan respons yang dilakukan negara berkembang melalui penguatan Global Financial Safety Net (GFSN) dengan mendorong kolaborasi antara GFSN dan Regional Financing Arrangements (RFA)."

Kedua, ekonomi digital. Perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh berbagai risiko. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan akan mengemuka dalam pembahasan Pertemuan Tahunan 2018, antara lain dampak ekonomi digital terhadap perekonomian, sistem pembayaran, central bank operation, cross-border arrangement and collaboration. Isu ini menjadi pembahasan pula dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan 2018.

Ketiga, negara berkembang tengah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Peran serta pihak swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci sukses. Pembahasan isu ini dalam Pertemuan Tahunan 2018 diharapkan dapat menghasilkan kerangka kebijakan yang jelas dan konsisten, tata kelola yang baik, iklim usaha yang mendukung, serta inovasi model pembiayaan infrastruktur, sehingga dapat meningkatkan peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur.

Keempat, penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, baik di negara maju maupun negara berkembang. Instrumen keuangan syariah seperti sukuk maupun yang berbasis zakat dan wakaf berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi sebagai sumber pembiayaan infrastruktur. Saat ini negara-negara Islam di Asia dan Timur Tengah telah menyusun International Standard for WAQF yang diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi keuangan syariah. Pertemuan Tahunan 2018 juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan dalam ekonomi dan keuangan syariah.

Kelima, isu-isu terkait sektor fiskal, yaitu urbanisasi, ekonomi digital, human capital, manajemen risiko bencana, perubahan iklim, dan pembiayaan infrastruktur.

Kegiatan Pertemuan Tahunan 2018 diharapkan dapat menjadi momentum strategis pembahasan isu-isu yang dihadapi berbagai negara di kawasan Asia, khususnya Indonesia sekaligus sebagai kesempatan untuk menunjukkan perekonomian Indonesia yang reformed dan resilient. Selanjutnya, pembahasan isu utama tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah signifikan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.

BI: Alipay dan Wechat Perlu Ijin Untuk Beroperasi

Thu, 17 Jan 2019 - Perusahaan pembiayaan asing yang bergerak di sistem pembayaran wajib menjalin kerja sama dengan perusahaan domestik agar dapat beroperasi di Indonesia serta harus memenuhi kewajiban menlengkapi dokumen kepada Bank Indonesia.

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Thu, 17 Jan 2019 - Rapat Dewan Gubernur pada tanggal 16 dan 17 Januari memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada angka 6 persen serta suku bunga deposit facility pada 5.25 persen.

BI: Desember 2018, Cadev Indonesia Meningkat

Tue, 08 Jan 2019 - BI mencatat kenaikan cadanngan devisa sebesar USD3,5 miliar dibandingkan bulan November 2018.

BI Optimis Konsumen Meningkat

Mon, 07 Jan 2019 - Hasil survey BI menyimpulkan indeks keyakinan konsumen yang meningkat ditopang oleh perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Perry Warjiyo Lantik 8 Pejabat Baru BI

Mon, 07 Jan 2019 - Perry melantik 8 pejabat baru BI. Satu di antaranya menjadi Kepala Perwakilan BI New York.

BI dan Kemenkeu Sepakati Manfaatkan SIMODIS

Mon, 07 Jan 2019 - Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menandatangani kesepakatan terkait pemanfaatan data dan informasi devisa melalui sistem SIMODIS sebagai langkah penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).



Non Bank

Allianz Utama Indonesia Fokus Inovasi Digital dan Perkuat Bisnis Ritel di 2019

Sejalan dengan berkembangnya tren digital dalam kehidup

DanaLaut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMK Kelautan Rp50 Miliar

Di 2019, DanaLaut berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke

BI: Alipay dan Wechat Perlu Ijin Untuk Beroperasi

Perusahaan pembiayaan asing yang bergerak di sistem pem

Shopee Dukung Aturan Pajak e-Commerce

Sebagai salah satu perusahaan e-commece di Indonesia, S

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi