Governance, Risk Management & Compliance

Petahana Gugur, Ekonom: Pansel Masih Harus Selektif

Sabtu 25 Februari 2017 19:47:0

Hal ini merupakan sinyal dari Pansel OJK bahwa penyegaran dalam tubuh DK OJK memang sudah sangat diperlukan apalagi dengan memandang berbagai tantangan OJK yang semakin berat ke depannya.

JAKARTA, Stabilitas--Panitia Seleksi pemilihan calon anggota DK OJK Periode 2017-2022 mengungumkan hasil seleksi calon DK OJK tahap ke-2, di Jakarta, Sabtu (25/2). Dari 107 nama calon DK OJK pada tahap pertama, kini telah terjaring 35 kandidat yang akan melanjutkan proses pemilihan DK OJK.

Menyikapi hasil seleksi OJK tahap ke 2 ini, Manager Advokasi FITRA, Apung Widadi mengapresiasi Pansel OJK yang telah serius mendengar dan mempertimbangkan masukan publik agar konsisten menjaring calon DK OJK yang berintegritas. "Upaya tersebut telah tercermin dengan kandasnya calon DK OJK yang berkategori 'jobseeker' atau bahkan politikus ”, kata Apung.

Sementara menurut Ekonom INDEF, Abra P.G Talattov, proses seleksi DK OJK tahap 2 telah memenuhi aspek proporsionalitas tergambar dari sebaran background 35 kandidat DK OJK, yakni 15 calon merupakan regulator (OJK 8, BI 6, LPS 1), Praktisi 11 orang, PNS 6 orang, dan Akademisi 3 orang. "Selanjutnya dari 35 calon tersebut, hanya 4 orang perempuan saja yang akan memperebutkan kursi pimpinan OJK,"katanya.

Abra juga menyoroti gugurnya 5 calon petahana OJK dan hanya tersisa 2 incumbent. “Hal ini merupakan sinyal dari Pansel OJK bahwa penyegaran dalam tubuh DK OJK memang sudah sangat diperlukan apalagi dengan memandang berbagai tantangan OJK yang semakin berat ke depannya. Selain itu, Pansel OJK juga harus tetap berhati-hati dalam menyeleksi calon DK OJK dari unsur praktisi. Hal ini sangat penting agar jangan sampai nantinya DK OJK disusupi oleh oknum yang membawa kepentingan korporasi sehingga berpotensi menimbulkan moral hazard dan merugikan kepentingan industri keuangan dan perbankan secara luas,"terang Abra.

Dalam proses seleksi tahap berikutnya, publik harus terus dilibatkan. Pansel OJK sebaiknya mempublikasikan makalah yang telah dibuat oleh 35 calon. Tujuannya agar publik dapat mempelajari dan menilai visi, misi serta kemampuan para kandidat memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh OJK. Selain itu, Pansel OJK juga nantinya harus membuka proses tes dan wawancara calon DK OJK agar publik dan pasar bisa mengetahui kapasitas para calon.

"Sudah saatnya seluruh tahapan seleksi DK OJK dilakukan secara transparan. Publik berharap agar nama-nama yang lolos ke meja Presiden Jokowi merupakan kandidat yang memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni. Terlebih para DK OJK terpilih nanti memiliki tanggungjawab yang amat besar dalam menjaga dan menjamin keselamatan dana masyarakat pada industri keuangan dan perbankan,” tutup Abra. 

Budi Hikmat: Rupiah Tidak Punya Hak Untuk Menguat

Wed, 05 Dec 2018 - "Mesin penghasil dolar lebih lemah dibanding penghasil dolar. Pasti rupiah melemah. Rupiah juga masih terbantu dana asing yang masuk."

OJK: Perbankan Indonesia Siap Terapkan Kelanjutan Standar Basel III

Mon, 03 Dec 2018 - Tidak seperti pada Basel I dan II yang diterapkan di seluruh bank umum, penerapan standar Basel III ini hanya diterapkan pada golongan bank tertentu, khususnya Bank BUKU 4, BUKU 3 dan Bank Asing.

Perang Dagang Amerika-China, Berikut Dampaknya bagi Indonesia

Mon, 03 Dec 2018 - Dalam releasenya, INDEF menyatakan, sektor industri dirgantara Indonesia menjadi sektor yang paling diuntungkan dari adanya perang dagang Amerika Serikat - Tiongkok.

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Fri, 30 Nov 2018 - Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk meningkatkan likuiditas melalui percepatan re-investment dari modal investor maupun efisiensi operasional serta menambah kapasitas transaksi Perusahaan Efek.

OJK Cabut Sanksi PT Tirta Finance

Mon, 26 Nov 2018 - Pencabutan sanksi pembekuan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan tersebut dituangkan dalam Surat Nomor S-681/NB.2/2018 tanggal 8 November 2018.

Memasuki Usia ke-7, Ini Harapan OJK

Mon, 26 Nov 2018 - Untuk jangka panjang, masyarakat bisa mengedukasi anaknya dengan lebih baik untuk dapatkan ruang bersosialisasi dengan baik serta usahanya meningkat dan naik kelas dari mikro kecil ke mikro dan kemudian naik menjadi UMKM.


Non Bank

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Gandeng 'tanamduit', Bukalapak Luncurkan Investasi Reksadana

Kelima produk investasi baru yang bekerja sama dengan t

FWD Life dan Bank Mestika Jalin Kerja Sama Bancassurance

Melalui kerjasama bancassurance ini, FWD Life dan Bank

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi