Governance, Risk Management & Compliance

Power Bank

Kamis 24 Nopember 2016 13:53:0

Dengan keahlian dan kinerja yang sangat bagus, saya dan bos saya rela memperjuangkan kenaikan pangkat luar biasa bagi Asep yang jabatannya saat kami rekrut dulu masih sangat jauh di bawah yang saat ini dia tempati.

POWER Bank genggam menggelinding dan lalu menjadi era mengenal benda ini, tapi juga sangat smartphone . Sejak zaman telepon , kita bukan hanya sudah

membutuhkannya bahkan cenderung bergantung kepadanya. Saya meyakini, saat ini 9 di antara 10 orang pasti memiliki gadget canggih, dan 10 di antara 10 orang itu pasti menggunakan handphone sejak lama.

Seringkali kita panik ketika baterai telepon genggam dan alat-alat elektronik kita habis sedangkan hari masih cukup panjang untuk dilalui. Bila kita kebetulan sedang berada di mall, cafe, bahkan di kantor klien, pasti kita sibuk mencari colokan listrik. Akan tetapi ketika sedang berkendaraan umum, maka kita pun akan kebingungan karena tidak bisa menemukan colokan listrik.

Namun, dengan kehadiran sebuah benda yang bisa menyimpan energi listrik dan kemudian menyalurkannya kepada alat elektronik yang kita miliki alias Power Bank, kepanikan kita banyak berkurang saat menghadapi krisis low battery. Kini alat ‘penyimpan tenaga’ telah hadir dengan berbagai ukuran, ada yang seukuran handphone kita, bahkan ada yang lebih besar daripada gadget kita. Tentu yang terakhir itu, kemampuannya juga lebih besar karena bisa men-charge 2-3 handphone sekaligus.

Berkat Power Bank, walaupun sedang berdiri berdesakan di kendaraan umum seperti commuter line ataupun bis kota, kita tetap bisa “exist” di dunia maya. Kita tetap bisa menelepon dan ditelepon, update status, upload gambar, atau sekadar chat di grup .

Karena kegunaannya yang sangat penting itu pula kita rela membawa Power Bank kemanamana, yang sesungguhnya merupakan “gembolan” yang malah menambah repot kita. Lebih dari itu, kita rela melakukan aktivitas ritual tambahan. Alih-alih berdoa sebelum tidur, kita malah sibuk men-“charge” Power Bank dan semua gadget kita. Padahal Power Bank ukuran besar memerlukan waktu yang lebih lama daripada men-“charge” handphone itu sendiri.

Bawahan dan Power Bank

Waktu saya masih jadi pegawai di sebuah bank terkemuka, saya pernah memiliki seorang bos yang sangat berperan dalam menentukan pengembangan karier dan diri saya. Namanya adalah Pak Razali Nafah. Waktu itu saya berusia 29 tahun, dan bos saya berusia 52 tahun. Sebagai seorang profesional muda pada saat itu, saya sangat technology savvy, penuh ide, semangat, impian dan energi besar. Pokoknya tipikal semangat anak muda yang masih menggebu gebu. Sementara bos saya yang sudah lebih berumur tidak terlalu passion lagi mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Namun begitu, beliau sarat dengan pengalaman dan penuh wisdom.

Sekitar tiga tahun saya bekerja untuknya, selama itu pula saya dijadikan “Power Bank”. Beliau hampir selalu mengandalkan saya, terutama untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan teknologi dan karena itu selalu mengajak saya untuk meeting, termasuk ketika tempat pertemuan atau apat penting itu berada di luar kota.

Bos saya itu rela memperjuangkan agar ada tambahan anggaran untuk menambal biaya mengajak saya ke luar kota. Bahkan tak jarang dia rela merogoh dompetnya sendiri untuk menraktir saya makan setiap kali selesai meeting. Selanjutnya, Pak Razali lebih sering menyuruh saya mewakilinya untuk meeting dengan orang-orang “besar” di bank, yang pangkatnya jauh di atas saya. Akibat dari itu semua, tidak terlalu mengejutkan bila setiap tahun saya pasti dipromosi, bahkan dalam satu, tahun pernah saya mendapat kenaikan pangkat dua kali.

Waktu berlalu, giliran saya yang jadi atasan. Bersama bos saya waktu itu saya merekrut seorang pegawai yang ahli dalam mengolah data, namanya Asep. Kami memerlukan keahliannya untuk menangani Management Information System (MIS) agar kami bisa selalu menyajikan laporan kredit macet secara akurat dan tepat waktu.

Alhamdulillah, Asep adalah orang yang tepat yang kami rekrut. Oleh karena kehandalannya dan dia membuktikannya dalam beberapa waktu, saya menjadikan Asep sebagai Power Bank bagi saya. Setiap bulan saya harus presentasi tentang posisi kredit macet di depan direksi, para pemimpin divisi bisnis, dan pemimpin wilayah. Saat itu saya sangat mengandalkan Asep untuk menyiapkan laporan yang akurat.

Seperti Pak Razali dulu, saya rela memperjuangkan anggaran tambahan untuk membawa Asep kemanamana saat saya harus meeting ke luar kota. Saya juga rela sering-sering mengeluarkan anggaran pribadi untuk traktir Asep makan siang setiap kali saya mengajaknya mengikuti sebuah rapat di dalam maupun di luar kota.

Dengan keahlian dan kinerja yang sangat bagus, saya dan bos saya rela memperjuangkan kenaikan pangkat luar biasa bagi Asep yang jabatannya saat kami rekrut dulu masih sangat jauh di bawah yang saat ini dia tempati.

Waktu kembali berjalan, dan ketika beberapa minggu lalu saya ditraktir makan siang oleh Asep, saya merasa bahagia ketika mengetahui dia sudah menjadi Manager MIS dengan pangkat Assistant Vice President (AVP). Cerita ringan itu sering saya bagikan ketika saya mengisi sesi kecil mengenai pengembangan SDM di beberapa klien. Saya share cerita masa lalu tersebut.

Kepada peserta yang sering mengeluh tentang kariernya yang sulit berkembang, padahal mereka relatif masih muda usia, saya sering berpesan “Kalau mau sukses dalam karier, tak sulit kok. Salah satu kuncinya, jadilah Power Bank untuk bos kita”.



Non Bank

"tanamduit", Digital Platform Beli Reksa Dana

Di tengah munculnya berbagai digital platform yang memb

Perkoperasian Diharapkan Jadi Materi Kuliah Magister Kenotariatan PTN

“Sekurang-kurangnya peningkatan kualitas koperasi dim

Asuransi Cakrawala Proteksi Resmikan Cabang Medan

Pada kuartal III / 2017 ACP mencatat pencapaian premi s

Kolaborasi Tekfin Indonesia dan Australia

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 1 Desember

Portofolio

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi