Governance, Risk Management & Compliance

Presiden Jokowi: Jangan Asyik Kumpulkan Dana Tapi Kreditnya Susah

Jumat 19 Januari 2018 1:9:0

Menurut Presiden, di atas kertas pemberian kreditnya bagus, di dalam angka pelaporan pemberian kreditnya bagus, tapi hanya ke debitur yang itu-itu saja. Ia menambahkan penerima kredit orangnya bisa dihitung, tidak menyebar, dan tidak merata.

JAKARTA, Stabilitas -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kalangan perbankan, jangan sampai asyik mengumpulkan dana pihak ketiga, tapi pembiayaan kreditnya susah.

Menurut Presiden, di atas kertas pemberian kreditnya bagus, di dalam angka pelaporan pemberian kreditnya bagus, tapi hanya ke debitur yang itu-itu saja. Ia menambahkan penerima kredit orangnya bisa dihitung, tidak menyebar, dan tidak merata.

 “Ini yang harus kita mulai kita lakukan, menyebar dan harus merata,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2018, di Grand Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan, Kamis (18/1) malam.

Pemerintah, lanjut Presiden, terus mendorong semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan perbankan melalui program-program non tunai seperti bantuan pangan non tunai, dan hal ini sudah dilakukan tetapi akan terus diperluas.

Presiden lantas menunjuk program sertifikasi tanah dan perhutanan sosial yang mempermudah masyarakat mengakses perbankan. Tahun 2017, lanjut Presiden, target memberikan sertifikat pada masyarakat yang biasanya setahun itu hanya 500 ribu, target tahun kemarin 5 juta sertifikat harus diberikan kepada rakyat.

 “Nyatanya juga bisa kalau kita berikan angka-angka seperti itu. Tapi, prosesnya kita ikuti, lapangannya kita ikuti, lapangannya kita cek,” ujar Presiden seraya menambahkan, tahun ini akan dinaikkan lagi menjadi 7 juta sertifikat yang harus dibagikan kepada masyarakat sedangkan tahun depan 9 juta sertifikat yang harus dibagikan.

Dengan semakin banyaknya masyarakat terhubung dengan perbankan, Presiden berharap masyarakat bisa memanfaatkan skema kredit yang ditawarkan perbankan untuk usaha-usaha yang produktif sehingga menggerakkan perekonomian di lapisan masyarakat bawah. “Ini terus akan saya dorong, akan terus saya ikuti,” ujarnya.

Artinya, lanjut Presiden, kalau sertifikat sudah dipegang rakyat, sering Presiden tanyakan. “Kalau sudah pegang sertifikat-sertifikat mau dipakai apa? Teriaknya pasti bersama-sama, disekolahkan Pak,” ungkap Presiden seraya menambahkan bahwa rakyat menyampaikan apa adanya.

Bank Wakaf

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa pemerintah akan terus mendorong dibukanya Bank Wakaf, yang bisa membantu masyarakat kecil, utamanya pengusaha mikro, pengusaha kecil untuk mengakses kredit.

Ia menyebutkan, Bank Wakaf ini penting dibuka lagi di lingkungan pesantren untuk  memberikan kredit kepada usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro yang ada di lingkungan pondok pesantren yang sudah memiliki komoditas bisnis yang sudah berjalan. Ia menambahkan bahwa di Bank Wakaf tidak ada bunga, hanya terkena biaya administrasi sekitar 3 persen.

 “Itu bukan bunga. Biaya administrasi. Karena memang biaya adminitrasi untuk industri keuangan ini ya kurang lebih angka segitu. Ini akan terus kita buka, sehingga usaha-usaha mikro, usaha-usaha kecil harus kita perhatikan kalau kita ingin ketimpangan di negara kita ini semakin menyempit,” terang Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, dan Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin.

Aset Tumbuh 11,56%, NPL Bank DKI Terus Membaik

Wed, 02 May 2018 - Pertumbuhan total aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank DKI yang tumbuh 17,17% dari Rp33,33 triliun per Maret 2017 menjadi Rp39,05 triliun per Maret 2018.

Maybank Indonesia Bagi Dividen Rp360,80 Miliar

Wed, 11 Apr 2018 - Maybank Indonesia juga berencana melakukan Rights Issue dengan jumlah sebanyak-banyaknya 12,8 milar saham seri D dengan nilai nominal Rp22,50 per saham.

Maybank Tawarkan Bunga KPR 5,5% Fix 3 Tahun

Mon, 02 Apr 2018 - Program Bunga Khusus KPR adalah program yang ditawarkan kepada nasabah Maybank Indonesia dengan pilihan suku bunga mulai 5,5% fix selama 3 (tiga) tahun dan 6,25 % fix selama 5 (lima) tahun.

Babak Baru ‘Perang’ Bank vs Teknologi

Wed, 07 Mar 2018 - ‘Perseteruan’ bank dengan teknologi kali ini memasuki babak baru. 

Menunggu Respons Bank Atas Fintech

Wed, 07 Mar 2018 - Agar tidak tergerus bisnisnya, bank dipaksa untuk menentukan sikap yang tepat.

Mengubah Mindset Regulator

Wed, 07 Mar 2018 - Bisnis inovatif seperti fintech memang harus direspons dengan aturan yang berimbang.



Non Bank

PMK 75/2011 Direvisi, LPDB KUMKM Bisa Langsung Biayai UMKM

"Selama ini kita hanya bisa membiayai skim pembiayaan u

Laba Bersih Bersih Sinarmas MSIG Life Tumbuh 49 Persen di 2017

Selain mengumumkan catatan pertumbuhan positif selama 2

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk

AXA Financial Indonesia Luncurkan Produk Terbaru untuk Wanita Modern

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penti

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi