Governance, Risk Management & Compliance

Presiden Tunjuk Luky Jadi Dewan Komisioner LPS

Senin 2 Desember 2019 12:34:0

Luky Alfirman menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun.

JAKARTA, Stabilitas -- Presiden Republik Indonesia mengangkat Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menjadi Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang baru.

Dalam keterangan tertulisnya, LPS menyebutkan keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 78/M Tahun 2019 tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner LPS terhitung mulai tanggal 2 Desember 2019 setelah menerima Keppres dari Menteri Keuangan, Luky Alfirman resmi menjadi Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner LPS yang baru.

"Dalam Surat Keputusan yang sama, Presiden juga memberhentikan dengan hormat Robert Pakpahan sebagai Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner LPS yang telah memasuki masa pension,"ujar Muhammad Yusron, Sekertaris LPS dalam keterangan tertulisnya.

Dengan demikian, susunan Anggota Dewan Komisioner LPS yang baru adalah:

Anggota merangkap Ketua                          : Halim Alamsyah

Anggota merangkap Kepala Eksekutif           : Fauzi Ichsan

Anggota non ex-officio                                : Didik Madiyono

Anggota (ex-officio Kemenkeu)                     : Luky Alfirman

Anggota (ex-officio Bank Indonesia)             : Erwin Rijanto

Anggota (ex-officio OJK)                              : Heru Kristiyana

LPS Kembali Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan

Tue, 19 Nov 2019 - Keputusan ini diambil untuk merespon penurunan suku bunga dan membaiknya kondisi likuiditas perbankan.

LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan

Wed, 31 Jul 2019 - Suku bunga penjaminan turun dari 7 persen menjadi 6,75 persen untuk simpanan rupiah di bank umum sedangkan untuk simpanan rupiah di BPR, suku bunga penjaminan juga turun 25 bps menjadi 9,25 persen.

LPS Siapkan Platform Pelaporan Terintegrasi

Mon, 29 Jul 2019 - LPS menargetkan, pada tahun depan platform pengaduan sudah bisa digunakan untuk melaporkan laporan keuangan bank kepada otoritas

LPS Likuidasi 6 BPR Bermasalah

Mon, 29 Jul 2019 - Dengan dilikuidasinya 6 bank pada paruh pertama tahun 2019 ini, maka jumlah total bank yang telah ditutup sejak LPS beroperasi berjumlah 98 bank.

LPS Siap Bayarkan Klaim Nasabah BPR Efita Dana

Wed, 03 Jul 2019 - Dalam rangka pembayaran klaim simpanan nasabah PT BPR Efita Dana Sejahtera, LPS akan memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.



Non Bank

Dukung Safety Riding, Sequis Life Perkenalkan Asuransi Super Safe Protection

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi saat kita ber

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi