Governance, Risk Management & Compliance

Prospek Islamic Fintech

Minggu 7 Agustus 2016 8:53:0

Fintech adalah sebuah inovasi dalam dunia keuangan modern yang mencoba mendobrak (disruption) cara cara lama. Yaitu dengan memadukan teknologi dengan bidang financial. Dalam praktiknya FinTech juga biasanya dipadukan dengan system crowdfunding yang juga

Memang, dunia Fintech atau financial technology (teknologi keuangan) saat ini sedang naik daun. Jika kita flashback ke belakang beberapa tahun yang lalu hampir tidak ada yang memandang dunia teknologi keuangan ini. Sederhananya, Fintech adalah sebuah inovasi dalam dunia keuangan modern yang mencoba mendobrak (disruption) cara cara lama. Yaitu dengan memadukan teknologi dengan bidang financial. Dalam praktiknya FinTech juga biasanya dipadukan dengan system crowdfunding yang juga sedang naik daun dalam dunia penggalangan dana.
Sebelumnya, jika dilihat dari pemanfaatannya, Fintech bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk transaksi komersial akan tetapi juga bisa dipakai untuk dunia sosial. Kebanyakan untuk yang komersial berada pada bidang investasi sedangkan yang sosial lebih pada bentuk corwdfunding dana untuk berbagi kegiatan. Namun dalam tulisan kali ini akan lebih difokuskan pada Fintech untuk komersial yang berkaitan prospek dan peran Islamic Fintech dalam dunia UMKM.
Kenapa Islamic Fintech? Secara garis besar, spirit yang diusung oleh penggerak Islamic Fintech tidak jauh beda dengan spirit keuangan syariah pada umumnya yaitu terhindar dan terbebas dari sistem ribawi dan menuju sistem profit and loss sharing.
Memang belum ada definisi baku untuk Islamic Fintech bahkan Fintech itu sendiri. Namun begitu, secara singkat Islamic Fintech dapat di artikan sebagai teknologi keuangan yang berbasis syariah. Artinya akad (kontrak) dan prosesnya sesuai dengan prinsip prinsip syariah. Sebagai contoh, jika kontrak nya adalah pinjaman maka jelas dalam pengembalian tidak akan ada tambahan bunga. Dan sebaliknya jika kontrak investasi maka bagihasil disesuaikan dengan nisbah (porsi) yang disepakati.
Dalam skala global Islamic Fintech Alliance (IFA) telah dibentuk baru baru ini. Aliansi Islamic Fintech ini bertujuan membangun trust sesama penggerak crowdfunder muslim, dan meningkatkan inovasi inovasi berbasis syariah. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kondisi Islamic Fintech di Indonesia? Sebagai populasi muslim terbesar dan juga market yang potensial apakah Islamic Fintech bisa bertahan dan hidup di Indonesia?
Jika kita lihat terdapat beberapa Islamic Fintech yang beroperasi di Indonesia. Setidaknya, Islamic Fintech yang beroperasi di Indonesia bisa di bedakan menjadi dua kategori jika dilihat dari sasarannya. Pertama adalah Fintech yang menyasar seluruh UMKM.
Di antaranya adalah Kapitalboost, yang merupakan penghimpun dana investasi meski berbasis di Singapura, namun salah satu targetnya adalah UMKM di Indonesia. Bahkan Kapitalboost telah bekerjasama dengan Tangan Di Atas (TDA). Ada juga Blossomfinance, di Jakarta juga membidik UMKM yang ada di Indonesia. Keduanya bisa menggunakan akad murabahah ataupun mudharabah.
Kedua, Fintech yang memang menyasar niche market. Sebagai contoh Fintech yang berak khusus di bidang real estate terdapat ethiscrowd.com. Dengan Slogan “the world’s first Real Estate Islamic Crowdfunding Platform”, ethiscrowd berusaha membangun perumahan sederhana untuk rakyat.
Baru baru ini ethiscrowd mendapatkan suntikan dana sebesar 500.000 dollar Singapura atau setara dengan 362.440 dollar AS. Anggota yang tergabung dalam komunitas ini telah mencapai kurang lebih 10.000 anggota. Angka yang lumayan fantatis untuk crowdfund yang sesuai syariah.
Islamic Fintech juga merambah pertanian. Igrow.asia membuat terobosan baru dalam dunia investasi dibidang pertanian. Seperti bermain game Farmville, investor dapat memantau investasi mereka, tapi juga bisa merasakan senangnya menumbuhkan dan melihat perkembangan tanaman
yang mereka danai. Igrow.asia menciptakan model pertanian baru yang scalable dan efisien. Selain itu juga menghubungkan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli produk pertanian untuk bersama-sama menciptakan penanaman.

Tantangan

Peluang mengembangkan Islamic Fintech untuk menfasilitasi UMKM masih terbuka lebar, namun di balik itu semua tentu ada tantangan yang harus dicari solusinya. Setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi oleh Islamic Fintech. Pertama adalah terkait aturan hukum. Ganjalan ini dirasakan oleh Islamic Fintech maupun Fintech pada umumnya.
Selama ini belum ada aturan khusus dari lembaga otoritas jasa keunagan yang mengatur Fintech. Hal ini bisa dimaklumi karena dunia Fintech adalah inovasi keuangan yang tergolong masih sangat baru.
Kedua, kaitannya dengan social trust. Fintech harus mampu menyakinkan pengguna baik dari sisi investor maupun penerima manfaat dari investasi. Tidak jauh beda dengan perbankan investor juga harus diyakinkan dengan keamanan dana yang mereka investasikan. Risiko teknologi sangat mungkin terjadi, mengingat basis dari Fintech ini adalah teknologi itu sendiri. Karena Fintech berfokus pada kegiatan pembiayaan UMKM, terdapat potensi risiko antara lain risiko gagal bayar, fraud atau penipuan, pencucian uang, dan risiko lainnya.
Ketiga, kepatuhan syariah, sebagaimana spirit yang diusung oleh Islamic Fintech, Kepatuhan Syariah menjadi hal mutlak dan harus. Maka dari itu Islamic Fintech harus Mampu Menjaga prinsip prinsip syariah dalam operasinya. Sebagai solusinya, perlu adanya dewan pengawas syariah (DPS) yang kompeten dalam bidang ini diperlukan untuk menjaga kepatuhan syariah tersebut.


Non Bank

Indofood dan Anak Usaha Bagi-bagi Dividen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak usahanya PT Indo

PMK 75/2011 Direvisi, LPDB KUMKM Bisa Langsung Biayai UMKM

"Selama ini kita hanya bisa membiayai skim pembiayaan u

Laba Bersih Bersih Sinarmas MSIG Life Tumbuh 49 Persen di 2017

Selain mengumumkan catatan pertumbuhan positif selama 2

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi