Governance, Risk Management & Compliance

PT Nusantara Infrastructure Tbk Catatkan Pertumbuhan 101 Persen

Rabu 22 April 2020 10:39:0

Pencapaian perseroan pada 2019 ditopang oleh berbagai faktor seperti pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan yang baik.

JAKARTA, Stabilitas-- Sepanjang tahun 2019 PT Nusantara Infrastructure Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan (termasuk pendapatan konstruksi) sebesar 101,01 persen dari Rp781,77 miliar di tahun 2018, menjadi Rp1,57 triliun di tahun 2019.

Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs mengungkapkan faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain, peningkatan pendapatan konstruksi atas progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar tahun 2019 ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 dan peningkatan volume penjualan energi melalui PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL), perusahaan anak, karena di tahun 2018 Perusahaan mengakuisisi RPSL pada Agustus 2018.

"Aset Perusahaan juga mengalami peningkatan sebasar 17,87 persen, dari Rp4,31 triliun di tahun 2018 menjadi Rp5,08 triliun di tahun 2019,"ujar Deden.

Deden melanjutkan, kenaikan aset ini terutama disebabkan oleh aset tidak lancar yang meningkat menjadi sebesar Rp4,26 triliun atau sebesar 31,24 persen dari tahun 2018 sebesar Rp3,25 triliun. Sedangkan kenaikan aset tidak lancar didorong oleh belanja modal yang dilakukan oleh Perusahaan untuk aset konsesi dan non-konsesi.

Beban konstruksi naik cukup signifikan dari Rp 106,25 miliar ditahun 2018 menjadi 943,52 miliar di tahun 2019 disebabkan oleh peningkatan progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar.

Realisasi pendapatan usaha dan penjualan perusahaan di tahun 2019 (tidak termasuk pendapatan konstruksi) juga berhasil melampaui target yang dicanangkan, yakni Rp630,17 miliar atau naik sekitar 5,80 persen dari yang ditargetkan di awal tahun sebesar Rp595,63 miliar. Hal ini didukung oleh sektor usaha yang memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi secara berurutan adalah sektor jalan tol mencapai Rp415,90 miliar atau sebesar 0,85 persen di atas target, sektor energi terbarukan mencapai Rp141,21 miliar atau sebesar 6,56 persen di atas target, dan sektor air bersih mencapai Rp73,06 miliar atau sebesar 44,03 persen di atas target.

Sementara Laba bersih tahun 2019 menjadi Rp205,36 miliar dibanding Rp217,08 miliar di tahun 2018 atau mengalami penurunan sebesar 5,40 persen. Penurunan ini dikarenakan oleh adanya tambahan laba yang diperoleh Perusahaan atas divestasi KIN di tahun 2018. Namun jika hanya melihat perbandingan laba operasional, yaitu laba bersih antara tahun 2018 dibandingkan tahun 2019 tanpa memasukan nilai divestasi KIN maka kenaikannya mencapai Rp 101,28 miliar atau setara dengan 97,31 persen.

"Untuk tahun 2020, Perusahaan terus berkomitmen dalam menyelesaikan sejumlah proyek kontruksi meskipun di tengah Pandemi Covid-19. Kegiatan proyek dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol keselamatan & kesehatan kerja seluruh pihak,"bebernya.

Pun demikian, di sektor tol, melalui PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani yang telah dimulai sejak akhir April 2018 ini akan menjadi ikon baru Kota Makassar sebagai jalan tol layang pertama di Kota Makassar yang di bangun di atas jalan nasional A.P. Pettarani dengan panjang 4,3 km. Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dibangun tanpa adanya pembebasan lahan sebagai salah satu solusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas di daerah tersebut. Saat ini, BMN memberikan layanan kepada 56.382 pengguna jalan tol.

"Diharapkan saat Jalan Tol layang Pettarani beroperasi, diperkirakan akan memberikan kontribusi kenaikan pendapatan sebesar 135 persen terhadap BMN (Tol Makassar),"pungkas Deden.

SIG Dukung Pemerintah Dalam Percepatan Pembangunan Perumahan

Wed, 29 Jul 2020 - Bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk, SIG menjalin kerjasama berupa penyediaan teknologi konstruksi One Day One Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.

SIG Manfaatkan Sampah Perkotaan Untuk Energi Alternatif

Tue, 21 Jul 2020 - Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) menjadi RDF mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya.

Masuki Semester-II 2020, WIKA Optimistis Jalankan Aktivitas Operasi

Thu, 16 Jul 2020 - Perseroan memiliki optimisme baru untuk mengembalikan ritme bisnisnya di tengah berbagai tantangan yang terjadi,

Kemenperin Siapkan Kawasan Industri Terpadu untuk Tarik Investor Potensial

Wed, 08 Jul 2020 - Kemenperin akan menawarkan lahan kawasan industri terpadu dengan total 12.500 hektare kepada investor.

SIG Pelopori Penjualan Beton Siap Pakai Via Online

Thu, 11 Jun 2020 - Dengan layanan berbasis online tersebut, Semen Indonesia ingin lebih mempermudah pasar ritel individu dalam melakukan pemesanan terhadap produk-produk ready mix SIG.

Astragraphia Bagikan Deviden 40% Dari Laba

Thu, 11 Jun 2020 - Pembagian sisa dividen sebesar Rp 49 per lembar saham telah dijadwalkan pada 6 Juli 2020.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi