Governance, Risk Management & Compliance

Puradelta Lestari Tbk Catat Lonjakan Laba Bersih

Senin 23 Maret 2020 17:39:0

Emiten berkode saham DMAS itu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 168,41 persen dari posisi tahun 2018 sebesar Rp496,25 miliar.

CIKARANG, Stabilitas-- PT Puradelta Lestari Tbk dan anak Perusahaan hari ini mengumumkan Laporan Keuangan yang telah diaudit untuk periode 31 Desember 2019.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,65 triliun di tahun 2019, tumbuh 155,8 persen dibandingkan pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp1,04 triliun. Adapun, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,33 triliun di tahun 2019, tumbuh 169,0 persen dibandingkan laba bersih di tahun sebelumnya sebesar Rp496 miliar.

Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan bahwa pertumbuhan pendapatan dari segmen industri memiliki andil signifikan dalam capaian Perseroan.

"Di tahun 2019, pendapatan dari segmen industri mencapai Rp2,01 triliun, atau sekitar 75,9 persen dari total pendapatan usaha Perseroan," ujar Tondy.

Tondy mengatakan, hasil tersebut merupakan catatan atas penjualan lahan industri ke pelangganpelanggan besar, khususnya pelanggan sektor otomotif.

Di samping pendapatan dari segmen industri, Perseroan juga mencatatkan pendapatan dari segmen komersial sebesar Rp603 miliar, segmen hunian sebesar Rp20 miliar, dan dari segmen rental dan hotel sebesar Rp15 miliar.

"Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp1,48 triliun di tahun 2019, atau tumbuh 155,3 persen dibandingkan laba kotor di tahun sebelumnya sebesar Rp581 miliar. Marjin laba kotor di tahun 2019 adalah 56,0 persen, cukup stabil dibandingkan marjin laba kotor di tahun sebelumnya sebesar 56,1 persen,"bebernya.

Sementara itu, di tingkat laba usaha, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,23 triliun, atau tumbuh 197,0 persen dibandingkan laba usaha di tahun sebelumnya sebesar Rp415 miliar. Marjin laba usaha di tahun 2019 adalah 46,6 persen, lebih tinggi dibandingkan marjin laba usaha di tahun sebelumnya sebesar 40,1 persen. Meningkatnya marjin laba usaha disebabkan karena menurunnya beban umum dan administrasi di tahun 2019 jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,35 triliun, atau tumbuh 162,5 persen dibandingkan laba sebelum pajak di tahun sebelumnya sebesar Rp514 miliar. Hasil positif ini juga dikontribusikan oleh meningkatnya pendapatan lain-lain dari Rp99 miliar di tahun 2018 menjadi Rp117 miliar di tahun 2019. Marjin laba sebelum pajak meningkat dari 49,6 persen di tahun 2018 menjadi 51,0 persen di tahun 2019.

"Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,33 triliun, atau tumbuh sebesar 169,0 persen dibandingkan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp496 miliar. Marjin laba bersih meningkat dari 47,9 persen di tahun 2018 menjadi 50,4 persen di tahun 2019,"kata dia.

Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 31 Desember 2019 tercatat Rp7,62 triliun, lebih tinggi 1,6 persen dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp7,50 triliun. Posisi kas bersih Perseroan per 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp667 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi kas di akhir tahun sebelumnya sebesar Rp745 miliar.

Sepanjang tahun 2019 sendiri, Perseroan telah membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya sebesar Rp2,02 triliun. Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial.

 

Indofood Raih Laba Rp3,4 T di Kuartal I 2020

Fri, 22 May 2020 - Penjualan neto konsolidasi tumbuh sebesar 1% menjadi Rp19,30 triliun.

PT Nusantara Infrastructure Tbk Catatkan Pertumbuhan 101 Persen

Wed, 22 Apr 2020 - Pencapaian perseroan pada 2019 ditopang oleh berbagai faktor seperti pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan yang baik.

WIKA Beton Bukukan Laba Bersih 2019 Sebesar Rp510,71 Miliar

Fri, 27 Mar 2020 - Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar pada tahun ini.

PT Tower Bersama Infrastructure Umumkan Penawaran Obligasi Rupiah

Fri, 27 Mar 2020 - Saat ini perseroan memiliki struktur utang yang sangat kuat, dengan utang yang sepenuhnya terlindung nilai, jangka panjang dan masih banyak ketersediaan komitmen yang belum digunakan.

Tekan Dampak Covid-19, OJK Pangkas Waktu Perdagangan Saham

Wed, 25 Mar 2020 - Penyingkatan jam perdagangan dan waktu operasional serta penyesuaian waktu proses penyelesaian berlaku sejak 30 Maret 2020.



Non Bank

OJK Keluarkan Kebijakan Stimulus Lanjutan Bagi IKNB

Penyesuaian Pelaksanaan Teknis Pemasaran PAYDI Dan Kebi

Kredit Kuartal I CIMB Niaga Finance Tumbuh 52%

Kredit atau pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga Finan

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi