Governance, Risk Management & Compliance

Rahasia Membentuk Mandirian Tangguh

Selasa 4 Februari 2020 17:17:0

Strategi pengembangan pegawai yang dilakukan Bank Mandiri tahun-tahun sebelumnya telah membuahkan hasil fantastis.

Oleh Romualdus San Udika

Bank Mandiri kini adalah fenomena dalam mengelola bankir-bankir di dalamnya. Banyak di antara mereka yang ketika ‘lulus’ dari Bank Mandiri kemudian direkrut oleh lembaga keuangan, atau perusahaan lainnya, bahkan oleh perusahaan negara di bidang non keuangan.

Yang teranyar adalah Direktur Utama mereka saat ini Kartika Wirjoatmodjo yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara. Bahkan dia ditunjuk bersama dengan Budi Gunadi Sadikan yang juga mantan Dirut Bank Mandiri yang sebelumnya digantikan Kartika. Kedua orang itu kini resmi mengalungi jabatan baru sebagai orang pemerintahan.

Fenomena itu tentu tidak terjadi secara instan, karena sebelumnya sudah banyak bankir-bankir Bank Mandiri –yang kerap dipanggil Mandirians– yang dipinang oleh perusahaan lain.
Yang menjadi pertanyaan adalah apa strategi pengelolaan sumber daya Bank Mandiri hingga bisa menghasilkan bankir-bankir yang kini jadi incaran banyak perusahaan. Menurut Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri, sejatinya teknik pengelolaan SDM yang diterapkan relatif sama dengan bank-bank lainnya. Yang membedakan bisa jadi adalah sejarahnya dan membuat bankir Mandiri bisa dideteksi.

Sejak awal berdiri, terutama di saat Agus DW Martowardojo memimpin pada 2005-2010, bank menerapkan strategi untuk menjadi multispecialis dominant bank. "Mungkin bank lain fokus di satu bisnis, tetapi Bank Mandiri multifokus karena itu bankirnya harus multispesialis," ungkap lelaki yang akrab dipanggil ADH dalam pebincangan dengan Stabilitas di ruanganya baru-baru ini.

Strategi itu kemudian menjadikan kemampuan bankir Mandiri menjadi beragam dan memiliki kompleksitas tinggi. Hal itu berdampak baik bagi bank terutama membuat tempat kerja menjadi learning ground yang bagus untuk talent-talent di dalamnya. Kompleksitas tinggi juga mendorong Mandirians untuk selalu konsisten menciptakan bisnis baru. Hasilnya, saat ini Bank Mandiri telah mempunyai 12 anak usaha yang mencakup semua layanan jasa keuangan.

"Tidak semua organisasi punya opportunity seperti itu. Kami terbiasa deal dengan banyak kompleksitas dan tantangan yang lebih berat karena kami struggling cari bisnis baru. Jadi kami tidak hanya menciptakan corporate bankers, tetapi juga sediakan syariah bankers, dan lainnya. Itu kompleksitasnya," jelas ADH.

Akan tetapi, harus diakui keadaan itu juga menimbulkan dampak negatif yaitu membuat kompetisi di internal sengit dan karyawan lebih fokus pada hasil jangka pendek. "Ini tentu tidak bagus untuk masa depan perushaan," kata ADH. "Keinginan untuk lebih banyak sinergi dan kolaborasi di internal perusahaan menjadi sulit diwujudkan."

Maka dari itu, dalam dua tahun terakhir ini Bank Mandiri mengubah pola kerja yang cenderung kapitalis itu dengan kembali mensinergikan berbagai unit bisnis tanpa mengurangi accountability dalam penilaian kerja. Kemudian muncullah slogan bank yang berbunyi Satu Hati Satu Mandiri menjadi Mandirian Tangguh.

Pada saat Agus Martowardojo menjadi dirut ada core values yang disingkat TIPCE yang terdiri dari Trust, Integrity, Profesiolalism, Customer Focus, dan Excelent. Pada saat Tiko berkuasa nilai-nilai itu kemudian diterjemahkan menjadi Satu Hati Mandiri, Mandirian Tangguh, Mandiri Tumbuh Sehat, Memenuhi Kebutuhan Pelanggan, dan Bersama Membangun Negeri. "Kami sempat dikritik juga, kok Mandiri itu membuat nilai budayanya tidak pakai kata-kata yang disingkat. Saya jawab kami buat begitu agar diterima generasi sekarang," kata ADH.

Bahkan dalam dua tahun ini manajemen mengembangkan strategi 5 triangle, yang menjadi elemen utama pengembangan SDM Bank Mandiri. Yang terdiri dari Skill, Culture, Leadership, Agility, Purpose

Mengelola Milenial

Sementara itu saat industri keuangan mulai didominasi oleh generasi milenial dan memiliki kekhasan tersendiri dalam tingkah laku dan sifat, Bank Mandiri pun menyesuaikannya. Salah satu yang menjadi ciri mereka adalah senang dengan kolaborasi dan aktualisasi diri. Karenanya metode kolaborasi di lingkungan kerja diadopsi oleh manajemen.

"Jadi saat ini istilah gampangnya adalah leader di Bank Mandiri tidak hanya nagih result tapi harus bisa nata proses dan nuntun tim. Leader tidak hanya menagih hasil tetapi harus dilihat juga bagaimana perkembangan dan proses anak buah sehingga sustain jangka panjang. Istilah coaching kita development dialog. Kalau dulu result-nya hanya kepada KPI," urai ADH.

ADH menegaskan bahwa untuk menggenjot produktifitas karyawan, terutama kalangan milenial yang mulai mendominasi secara jumlah harus dilakukan dengan cara yang tepat. Sebab generasi milenial, lanjut ADH, merupakan generasi yang dikenal kreatif, borderless, tech savvy, dan tidak sungkan dalam berpendapat. Karakter ini menjadi salah satu kekuatan positif jika dapat dikelola dengan baik. Untuk itu, dalam membangun kebahagiaan dan produktivitas, Bank Mandiri menggunakan pendekatan smell of the place yang artinya mengelola berbagai elemen kerja baik fisikal maupun emosional agar tercipta suasana yang membuat karyawan bahagian dan produktif.

Dengan pendekatan ini ada empat elemen yang dibangun. Pertama, role model dan komunikasi. Elemen ini bertujuan membangun komunikasi dan hubungan antara pimpinan dengan atasan serta antar suasana yang lebih egaliter, terbuka dan informal. Baik dalam aktivitas kerja sehari-hari maupun acara-acara kebersamaan. "Pimpinan unit juga dilatih untuk bisa ber-story telling, asking the right question dan membimbing timnya untuk menemukan tujuan dalam bekerja," ujar ADH.

Kedua, Fasilitas dan simbol. Disini Bank Mandiri menyediakan berbagai fasilitas dan ruang kerja yang lebih santai ala start up company, sesuai dengan selera para milenial. Bank Mandiri juga menyediakan fasilitas untuk hobi dan seni, olah raga baik indoor maupun outdoor. Selain itu juga ada Mandiri Club yang mengorganisir komunitas berbagai hobi dan cabang olah raga yang diminati pegawai.

Disamping itu, Bank Mandiri juga memberikan fasilitas ruang laktasi bagi pegawai yang masih menyusui anak dan day care untuk anak usia 1-5 tahun sehingga pegawai bisa membawa anaknya ke kantor, serta memperkenankan pegawai berbusana kerja informal pada waktu tertentu.

Elemen ketiga, lanjut ADH, adalah Kapabilitas. Pada elemen ini, Bank Mandiri menyediakan berbagai training, pelatihan dan pendidikan melalui kerjasama dengan berbagai kampus terbaik di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kapabilitas teknis, soft-skill, leadership dan menjadikan karyawan sebagai pembelajar yang tangguh. Mandiri juga memiliki Mandiri Inkubator untuk membina para start up fintech generasi milenial. Di samping itu, perseroan pun memberikan kesempatan dan melatih para difabel untuk berkontribusi di Bank Mandiri.

Keempat, elemen manajemen kinerja. Pada elemen ini manajemen mengimplementasikan berbagai tools dan metode untuk memperkuat accountability pengukuran kinerja karyawan. Dalam kaitan tersebut Bank Mandiri juga menyediakan berbagai program untuk mengapresiasi pegawai, mulai dari hal yang basic seperti gaji, bonus dan berbagai fasilitas tunjangan hingga program apresiasi khusus.

Serius Investasi SDM

Apa yang dilakukan dan yang diraih Bank Mandiri saat ini mendapat pujian dari kalangan pengamat SDM. Yodhia Antariksa, pengamat SDM yang juga Founder PT. Manajemen Kinerja Utama menilai, keberhasilan mencetak SDM handal, itu tidak terlepas dari strategi management development program yang sangat terstruktur.

Sebagai bank hasil merger, Bank Mandiri menanamkan sistem pengembangan SDM yang kuat. "Karena di Mandiri itu setiap jenjang ada pendidikan manajemen masing-masing. Sangat tersrukturtur sehingga program talent development-nya berkesinambungan," jelas Yodhia kepada Stabilitas.

Bank Mandiri kalau boleh dibilang adalah satu-satunya bank yang menyediakan hampir semua layanan keuangan, mulai dari segmen korporat hingga mikro, mulai finansial hingga tresuri, mulai pembiayaan hingga pasar modal bahkan hingga syariah.

Keadaan itu tentu menjadikan pengelolaan SDM-nya menjadi sangat menantang. Namun begitu, Bank Mandiri dianggap sukses melakukannya. Soal mengelola SDM, salah satu yang diberikan bank adalah memberikan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh pegawai demi mengembangkan kompetensi mereka.

"Soal sustainable ini saya temukan dalam kepemimpinan Pak Tiko. Beliau sebagai perwakilan milenial penuh inovatif, dan sangat cepat eksekusinya, dan membuka talent milenial untuk berkembang. Jadi ada budaya baru yang dikembangkan di era kepemimpinan Pak Tiko," jelas master of science in HR management dari Texas A&M University (USA) ini.

Yodhia mengakui bahwa setiap era kepemimpinan di Bank Mendiri memilki kekhasan masing-masing. Dalam catatannya, keseriusan Bank Mandiri dalam pengembangan SDM yang inovatif sangat tampak pada masa Bank Mandiri dipimpin Budi Gunadi Sadikin. Saat itu lebih dari 400 miliar rupiah pada tahun 2013 misalnya dikeluarkan untuk melatih tenaga-tenaga baru dan mengirimkan ratusan karyawan terbaik belajar ke dalam negeri dan luar negeri agar siap berinovasi.

Benar-benar fenomenal.

Mandiri Bagikan 60 Persen Laba 2019 Sebagai Dividen

Wed, 19 Feb 2020 - Bank Mandiri membagikan dividen sebesar 60 persen dari laba bersih 2019 atau mencapai Rp16,49 triliun.

RUPS Mandiri Tunjuk M. Chatib Basri Jadi Komisaris Utama

Wed, 19 Feb 2020 - Sebelum menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri, jabatan Chatib di bank plat merah itu sebagai wakil komisaris utama.

Bank Mandiri dan Traveloka Luncurkan Traveloka Mandiri Card

Sat, 15 Feb 2020 - Heri berharap bisa mendongkrak penggunaan kartu kredit Bank Mandiri di segmen perjalanan mencapai 20 persen.

Mandiri Konsisten Promosikan Peluang Investasi Indonesia

Wed, 05 Feb 2020 - Mandiri Investment Forum bertema Indonesia: Advancing Investment - Led Growth tersebut dihadiri oleh lebih dari 800 investor, termasuk 121 investor asing yang mengelola dana USD4 triliun.

Membalikkan Ekspektasi yang Melekat

Tue, 04 Feb 2020 - Apriori publik akan praktik GCG di bank BUMN yang sejak awal , lambat laun terkikis.

Banyak Suka Menjadi Mandirians

Tue, 04 Feb 2020 - Bekerja di Bank Mandiri berarti mendapatkan gaji mentereng, masa depan terjamin dan banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat.



Non Bank

Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Lombok

Program BWM merupakan sinergi atau kerja sama antara OJ

Presiden Angkat Lana Soelistianingsih Sebagai Kepala Eksekutif LPS

Lana Soelistianingsih diangkat berdasarkan pada Keputus

Pemerintah Sudah Salurkan Dana BOS Tahap I Langsung ke Rekening Sekolah

Penyaluran langsung ke rekening sekolah tetap ditatausa

SBR009 Semakin Diburu Investor Milenial

Penerbitan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR009 mencapai

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi