Governance, Risk Management & Compliance

Rangkul Startups Fintech Se-Asia, DBS Bangun Ekosistem Fintech

Sabtu 29 Juli 2017 17:5:0

DBS akan membuka beberapa gelombang seleksi startups teknologi finansial (tekfin/fintech) sepanjang tahun. Pelaku startups fintech seluruh Asia diundang bergabung dalam DBS Accelerator.

HONG KONG, Stabilitas -- Dalam rangka mengembangkan ekosistem digital banking, Bank DBS kini siap meluncurkan Program DBS Accelerator yaitu sebuah program hasil kerjasama DBS Bank (Hong Kong) dan Nest, sebuah platform inovasi global yang mendukung para wirausaha. 

DBS Accelerator bertujuan untuk menerapkan teknologi FinTech lebih baik di dalam ekosistem bank dengan menciptakan peluang bagi para inovator dari seluruh Asia dan dunia untuk bertransformasi ke arah digital. Kini di tahun ketiga, program ini telah menjadi go-to hub utama di Hong Kong bagi para startups dengan visi dan potensi untuk membangun masa depan keuangan dengan solusi FinTech yang inovatif.

DBS Accelerator juga didukung oleh mitra industri terkemuka, termasuk Amazon Web Services, HKUST Business School, IBM, InvestHK, dan Thomson Reuters. Ovolo Hotels adalah mitra akomodasi program.

Rencananya penerimaan aplikasi dibuka sepanjang tahun. Namun, pendaftaran apikasi untuk gelombang pertama akan ditutup pada akhir bulan Juli 2017. Beberapa pendaftar yang terpilih telah diundang DBS Bank pada 16 Juli kemarin, untuk menerima feedback terlebih dahulu dari DBS business units sebelum melakukan presentasi kepada senior manajemen dalam seleksi finalis selanjutnya.

Bagi para pelaku startup fintech yang belum berkesempatan menyerahkan aplikasi usaha startups fintech mereka dapat mengirimkan aplikasi pada gelombang selanjutnya melalui www.dbs-accelerator.com, dimana akan lebih banyak rincian program tersedia di alamat website tersebut.

Melalui format program "always-on" yang baru, DBS Accelerator akan menjadi host bagi para startups untuk terus membantu memperkuat perjalanan transformasi bank, yang akan terus diperbarui sepanjang tahun.

Startups gelombang pertama akan diarahkan pada berbagai cara yang memiliki dampak dalam meningkatkan customer’s digital journey, pengelolaan risiko bank, serta cryptocurrency, blockchain dan cybersecurity. Program Accelerator "always-on" diselenggarakan di "The Vault", sebuah area kerja seluas 5.000 kaki persegi di jantung kota Wan Chai.

Startups yang berpartisipasi akan memiliki kesempatan mengeksplorasi peluang kolaboratif bersama Bank DBS, akses ke sumber daya serta dukungan mentor, dan dipandu untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bisnis mereka.

Sebastian Paredes - CEO DBS Bank (Hong Kong) dalam siaran persnya Jumat (28/7/2017), mengatakan, cara yang dinamis ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen risiko, cybersecurity dan digital customer journey, serta kesempatan untuk menerapkan teknologi blockchain dan cryptocurrency, membantu bank-bank melakukan transformasi melalui inovasi FinTech. 'Melalui keberhasilan program DBS Accelerator, kami sangat antusias dan berkomitmen untuk mendorong kemajuan masa depan FinTech.”

Sementara Lawrence Morgan - CEO Nest mengatakan, di Nest, pihaknya percaya bahwa inovasi dan kolaborasi yang terbuka akan membuka peluang sekaligus memberdayakan perusahaan dan startups FinTech untuk tidak hanya mengatasi kebutuhan konsumen yang terus berubah namun dapat mengatasinya secara lebih cepat dengan dampak yang lebih berarti.

'Kami sangat antusias dengan kolaborasi format program baru ini bersama DBS, untuk melanjutkan gerakan inovasi terbuka ini dan mencapai hasil bisnis yang positif, baik bagi DBS maupun startups FinTech di seluruh dunia."

DBS Catatkan Lonjakan Laba Bersih

Mon, 10 Jul 2017 - Peningkatan laba didukung kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 23 persen menjadi Rp740 miliar. Adapun total pendapatan mencapai Rp 1 triliun meningkat sebesar 16 persen.



Non Bank

Layanan Internet Bisa Dinikmati di Seluruh RI

APJII menjalin kerjasama dengan operator yang memungkin

Perum Jamkindo Berikan Pendampingan Unit Usaha  Pondok Pesantren

Pelatihan diselenggarakan di Ponpes Al Mizan, Pandeglan

CIMB Niaga Persembahkan Film ‘Banda The Dark Forgotten Trail’

Film ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan

Portofolio

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten te

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang te

AAEI Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham

AAEI mengajak masyarakat agar tak ragu lagi untuk berin

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi