Governance, Risk Management & Compliance

Reksadana Filantropi Pertama di Asia Tenggara Resmi Diluncurkan

Senin 22 Juli 2019 12:41:0

Dalam strategi investasinya, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio

JAKARTA, Stabilitas - PT Principal Asset Management secara resmi meluncurkan produk Reksadana Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund di pasar modal Indonesia. Produk baru tersebut diklaim sebagai produk reksadana filantropi pertama di Indonesia, bahkan di Kawasan Asia Tenggara.

"Konsepnya [dari reksadana filantropi] adalah bagaimana [produk baru ini] bisa menghasilkan keuntungan yang nantinya bisa didonasikan untuk mendukung kegiatan sosial dan lingkungan. (Konsep) Ini memungkinkan investor untuk menyumbangkan 100 persen profitnya dari investasi untuk kepentingan donasi tersebut," ujar Chief Executive Officer (CEO) Principal Indonesia, Agung Budiono, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (19/7).

Dalam strategi investasinya, menurut Agung, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio. Pertama, adalah obligasi pemerintah atau obligasi korporasi berdenominasi rupiah sekurang-kurangnya 80 persen dari total dana kelola (asset under management/AUM). Sedangkan jenis portofolio kedua adalah ekuitas berdenominasi rupiah atau instrument pasar uang dengan porsi maksimal sebesar 20 persen dari total AUM. Reksadana ini tersedia dalam denominasi rupiah dengan nilai investasi awal minimal sebesar Rp50 juta dan dengan investasi tambahan minimum juga sebesar Rp50 juta.

"Investor dapat berinvestasi melalui konsultan pemasaran kami [Principal] atau juga PT Bank CIMB Niaga Tbk. Nantinya seluruh dana akan dikelola oleh tim investasi lokal Principal di Indonesia," tutur Agung.

Nantinya setelah berlangganan, lanjut Agung, investor dapat memilih untuk menyumbangkan pengembalian investasi ke Yayasan sosial melalui skema endowment berjenjang. Investor juga dapat mendonasikan 100 persen dari total pengembangan investasinya maupun 100 persen dari modal.

Dalam mendistribusikan semua sumbangan yang terkumpul, pihak Principal telah menjalin kemitraan dengan Standard Charterd Bank di Jakarta yang bakal berperan sebagai bank kustodian.

"Reksadana tematik pendapatan tetap ini juga memungkinkan sumbangkan hasil investasi didistribusikan ke banyak penerima manfaat. Saat ini kami telah memiliki total tujuh penerima manfaat, yaitu Doctor Share, Rachel House, Roslin Orphanage, Habitat for Humanity Indonesia, Difa SUkses Mandiri, Torajamelo dan Save the Children Indonesia," tegas Agung.

Cari Dana Untuk Kembangkan Bisnis, NCS Bersiap IPO

Fri, 06 Dec 2019 - NCS kini tengah berfokus untuk mencari rekanan kerja atau investor besar yang bisa diajak bekerjasama dalam mengembangkan size bisnis perusahaan.

Kembangkan Bisnis, ATIC Akuisisi Tiga Perusahaan Fintech

Thu, 28 Nov 2019 - Setidaknya tiga perusahaan fintech telah diakuisisi ATIC dengan nilai investasi mencapai Rp50 miliar.

RUPSLB UNVR Sepakati Pergantian Direksi

Wed, 20 Nov 2019 - Stock split menjadikan harga saham perusahaan lebih terjangkau oleh investor retail.

Triwulan III 2019, Laba Bersih Tugu Insurance Naik 174%

Fri, 15 Nov 2019 - Di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global, Tugu Insurance berhasil mempertahankan peringkat Global Rating A- (Excellent) dari A.M. Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian.

Melantai Perdana, Saham PURE Ramai Diburu Investor

Wed, 09 Oct 2019 - Proses pencatatan saham ini sendiri merupakan akhir dari proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan, dengan melepas 333,33 juta sahamnya ke publik.

Listing Perdana, Saham NZIA Langsung 'Terbang'

Wed, 25 Sep 2019 - IPO Nusantara Almazia pun mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3 kali,



Non Bank

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi