Governance, Risk Management & Compliance

RUPS Bukopin Tetapkan Tak Akan Bagi Dividen

Rabu 22 Mei 2019 12:59:0

RUPS Bank Bukopin memutuskan untuk tidak membagikan hasil laba kepada pemilik saham.

JAKARTA, Stabilitas-- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bukopin memutuskan untuk mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2018. Dalam RUPS tersebut, Bank Bukopin melaporkan telah membukukan laba bersih selama tahun 2018 sebesar Rp190 miliar atau meningkat 40 persen dibandingkan dengan pencapaian laba pada tahun 2017.

Meskipun mengalami peningkatan, Bak Bukopin memutuskan untuk tidak membagikan hasil laba kepada pemilik saham.

"RUPS memutuskan untuk menjadikan seluruh laba sebagai laba ditahan untuk kepentingan penguatan modal Bank Bukopin,"papar Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo dalam Konferensi Pers usai RUPST, Rabu (23/5/2019).

Dirinya menuturkan, keputusan ini diambil dalam rangka melanjutkan pertumbuhan yang sustainable dan sehat serta upaya bank Bukopin untuk menyasar segmen ritel.

Sementara itu, realisasi penyaluran kredit Bank Bukopin mencapai Rp 66.44 triliun dan mobilisasi dana pihak ketiga sebesar Rp 76,15 triliun.

Selain menahan laba, RUPS juga memutuskan untuk tidak memberikan Tantiem (bonus) kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun buku 2018.

Di sisi lain, Tahun lalu, realisasi peyaluran kredit Bank Bukopin mencapai Rp 66,44 triliun dengan mobilisasi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 76,15 triliun. Dengan kinerja tersebut, aset perseroan per 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp 95,64 triliun.

Selain mengumumkan laba ditahan, RUPS juga sepakat untuk mengubah susunan direksi dan dewan komisaris perusahaan.

"Semua pejabat komisaris dan direksi yang diganti sudah masuk jatuh tempo masa jabatannya sehinga RUPS menyetujui pergantian susunan."papar Eko.

RUPS menyepakati untuk mengangkat Chang Su Choi sebagai komisaris perseroan yang ditunjuk oleh KB Kookmin Bank serta mengangkat Ahmad Fuad sebagai Komisaris menggantikan Margustienny dan rapat juga mengangkat Moch. Hadi Santoso sebagai Komisaris menggantikan Mulia P. Nasution.

Sementara untuk direksi, Perseroan menyepakati perpanjangan kepengurusan Adhi Brahmantya selaku direktur serta mengangkat Lalu Azhari sebagai direktur menggantikan Mikrowa Kirana yang habis masa jabatannya.

Dengan keputusan tersebut, Komposisi manajemen Bank Bukopin menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen: Mustafa Abubakar
Komisaris : Deddy SA Kodir
Komisaris : M. Subhan Aksa
Komisaris : Susiwijono
Komisaris : Chang Su Choi
Komisaris Independen: Ahmad Fuad
Komisaris Independen: Moch Hadi Santoso
Komisaris Independen: Karya Budiana

Direksi
Direktur Utama: Eko Rachmansyah Gindo

Direktur: Heri Purwanto

Direktur: Rivan A Purwantono

Direktur: Adhi Brahmantya

Direktur: M. Rachmat Kaimuddin

Direktur: Hari Wurianto Direktur Jong-Hwan Han

Direktur: Lalu Azhari

2019 Bukopin Targetkan Pertumbuhan Kredit 8 Persen

Fri, 22 Feb 2019 - Bank Bukopin menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2019 sebesar 8 persen. Untuk mendukung pendanaa, Bukopin akan menerbitkan surat utang atau obligasi yang rencananya akan direalisasikan setelah pemilu berlangsung.

Eko Rachmansyah Gindo Diangkat Jadi Dirut Bukopin

Wed, 10 Jan 2018 - Mantan direktur utatam PT Bank Victoria Tbk (BVIC) itu didaulat untuk menjadi pemutus kebijakan di jajaran direksi Bukopin dalam beberapa tahun ke depan.

Bank Bukopin Luncurkan Layanan B Mobile

Thu, 14 Apr 2016 - B Mobile merupakan aplikasi bantuan bagi para nasabah perorangan yang digunakan untuk melakukan transaksi finansial maupun non-finansial perbankan.



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi