Governance, Risk Management & Compliance

S&P Kembali Menaikkan Peringkat Kredit Indonesia

Sabtu 1 Juni 2019 23:27:0

S&P menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB/Stable serta berharap Indonesia dapat mempertahankan peringkat tersebut.

JAKARTA, Stabilitas-- Lembaga pemeringkat utang Standard & Poor’s (S&P) menaikkan kembali peringkat utang (rating) Indonesia satu tingkat menjadi BBB, dengan outlook stable. Sebelumnya pada bulan Mei 2017, S&P telah menaikkan peringkat utang Indonesia ke dalam kategori investment grade di level BBB- /stable yang kemudian di afirmasi kembali pada bulan Mei 2018 pada level yang sama.

"Kenaikan peringkat kredit Indonesia saat ini merupakan suatu capaian yang sangat membanggakan, karena langsung naik dari BBB-/stable menjadi BBB/stable, tanpa melalui BBB-/positive,"tulis S&P dalam keteranganya kepada media.

Dalam laporannya, S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peers pada tingkat pendapatan yang sama. Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. Kebijakan Pemerintah telah efektif dalam mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan (sustainable public financed) dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Pertumbuhan PDB per kapita riil di Indonesia mampu tumbuh 4,1 persen berdasarkan rata-rata tertimbang 10 tahun, sementara rata-rata pertumbuhan PDB per kapita riil seluruh dunia yang hanya sekitar 2,2 persen.

"S&P mengharapkan Indonesia tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini di tahun-tahun mendatang."

Selanjutnya, S&P menyatakan peringkat Indonesia juga didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat. S&P memandang beban utang pemerintah relatif ringan. S&P juga memproyeksikan rasio utang pemerintah akan stabil selama beberapa tahun ke depan, merefleksikan proyeksi keseimbangan fiskal yang stabil.

Fiskal defisit Pemerintah yang turun di tahun 2018, diharapkan tetap stabil dibawah 2,0 persen selama empat tahun mendatang. S&P juga memproyeksikan net general government debt tetap berada di bawah 30 persen dari PDB, mengingat defisit fiskal dan pertumbuhan nominal PDB yang konsisten.

Kemudian S&P juga meyakini beban utang luar negeri Indonesia masih sangat aman dikarenakan Indonesia masih sangat menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI) serta kuatnya akses Indonesia di pasar keuangan Internasional beberapa tahun belakangan ini meskipun terjadi gejolak dan ketidakpastian.

Kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P pada posisi BBB dengan outlook stable tersebut menunjukkan kebijakan Pemerintah Indonesia selama ini sudah berada pada jalur yang tepat dimana kebijakan defisit diambil untuk memberikan stimulus perekonomian melalui strategi countercyclical dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Selain itu, kenaikan ini menunjukkan kepercayaan lembaga internasional dalam hal ini lembaga pemeringkat kredit terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Lebih jauh, kenaikan rating dari S&P ini diharapkan membawa dampak semakin meningkatnya FDI yang akan masuk ke Indonesia.

Posisi peringkat utang terakhir Indonesia:

Lembaga Pemeringkat Utang

Peringkat Utang

Outlook

Fitch

BBB

Stable

Moody’s

Baa2

Stable

S&P

BBB

Stable

Japan Credit Rating Agency

BBB

Positive

Rating & Investment

BBB

Stable

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Tue, 25 Jun 2019 - Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengoptimalkan penerimaan negara melalui pajak salah satunya dengan Joint Analisis.

Kemenkeu Laporkan Defisit APBN Meningkat

Fri, 21 Jun 2019 - Defisit APBN tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat itu, realisasi APBN sampai dengan Mei 2018 mencatatkan defisit Rp94,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap PDB.

Credit Scoring Bisa Tekan Risiko Kredit

Tue, 18 Jun 2019 - Menurut Abimnayu, pemberlakuan credit scoring dapat menekan risiko kredit serta selalu mengedepankan aspek Governance, Risk Management, and Compliance (GRC).

Gandeng Lion Air Group, BRI Agro Salurkan Pinjaman Berbasis Digital

Thu, 23 May 2019 - BRI Agro baru saja menjalin kerja sama dengan Koperasi Jasa Karyawan Lion Group terkait penyaluran Kredit Multiguna berbasis digital

DBS Luncurkan KTA Instan

Mon, 20 May 2019 - PT Bank DBS Indonesia meluncurkan 3 fitur baru salah satunya adalah Kredit Tanpa Agunan yang dapat dicairkan kurang dari 1 menit secara online.



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi