Governance, Risk Management & Compliance

Satelit adalah Kekuatan BRI

Minggu 7 Agustus 2016 7:45:0

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesia ketika memutuskan untuk membeli satelit pada 2014 lalu. Meski tak melulu mendapat respons positif atas keputusan tersebut, manajemen BRI bergeming. Banyak yang mempertanyakan keputusan itu adalah s

Akan tetapi, akhirnya pada Juni lalu, satelit yang diberi nama BRIsat itu akhirnya mengorbit. Manajemen BRI selalu menekankan bahwa dengan memiliki satelit sendiri yang akan dioperasikan Juli, pihaknya tidak saja akan menghemat biaya operasional dan memperluas jangkauan layanan ke semua wilayah Indonesia, tetapi juga akan membuka peluang bisnis baru terutama yang terkait teknologi informasi. Oleh karena itu Direktur Utama BRI, Asmawi Syam optimistis bahwa biaya pembelian yang mencapai 220 juta dollar AS atau sekitar Rp2,5 triliun (pada kurs 2014) itu akan segera terlunasi dengan pendapatan dan penghematan BRI di masa depan.
Lalu apakah dengan adanya satelit dan membuka peluang BRI memimpin pasar digital membuatnya meninggalkan sektor usaha mikro kecil dan menengah yang selama ini menjadi jagoannya? Jawabnya tidak. “Justru dengan adanya satelit ini, BRI akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada UMKM dengan memperluas jangkauan layanan ke semua wilayah Indonesia,” begitu kata Asmawi yang sebelumnya menjabat sebagai menjabat sebagai Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN. Berikut wawancara lengkapnya:

Banyak yang bertanya-tanya tentang keputusan BRI untuk membeli satelit, terutama karena besarnya investasi yang harus digelontorkan, apakah BRI sudah melakukan kajian sebelum memutuskan untuk memiliki satelit sendiri?

Tentu BRI telah melakukan kajian matang sebelum memutuskan untuk melakukan investasi BRIsat. Kajian faktor internal dilakukan dengan analisa kebutuhan jaringan komunikasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan pengembangan bisnis. Kajian faktor eksternal dilakukan dengan menganalisa tren layanan perbankan, perubahan perilaku nasabah, supply jaringan komunikasi dan kompetisi.
Investasi BRIsat adalah sebuah keharusan apabila dikaitkan dengan kebutuhan jaringan komunikasi yang mampu mendukung skala operasional BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari perspektif investment decision making, secara finansial BRIsat sangat feasible, dengan NPV (net present value atau nilai sekarang dari investasi yang dilakukan -red) positif dan payback period yang relatif pendek dibandingkan dengan umur BRIsat yang bisa melebihi 15 tahun.

 

Bagi perbankan, di Indonesia, teknologi satelit masih terbilang baru, tantangan apa saja yang harus disiapkan dan dihadapi manajemen BRI ketika hendak melakukan strategi tersebut?

Teknologi satelit bukan teknologi baru bagi Indonesia karena Indonesia telah meluncurkan satelit komunikasi pada tahun 1976 dan Indonesia merupakan negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Kanada yang meluncurkan satelit komunikasi. BRI sudah bertahun-tahun menggunakan jaringan komunikasi berbasis satelit melalui beberapa vendor, sehingga infrastruktur sistem jaringan komunikasi BRI telah berbasis satelit.
Namun demikian, karena akan mengoperasikan sendiri, maka BRI telah membangun stasiun pengendali dan pengoperasian BRIsat sebagai sistem jaringan komunikasi utama. Untuk itu, selain infrastruktur, BRI jauh-jauh hari juga menyiapkan tenaga ahli dengan mendidik para engineer di Amerika Serikat. Dalam perjalanan menyiapkan tenaga ahli tersebut, BRI juga didampingi para konsultan yang sangat berpengalaman dan up to date, yang selain memberikan pendampingan selama pembangunan satelit juga melakukan transfer of knowlege.

 

Keputusan tersebut membuat BRI menjadi satu-satunya bank di dunia ini yang memiliki satelit sendiri, dan dengan itu BRI bisa disebut sebagai bank masa depan, bagaimana tanggapan Anda?

Bank masa depan adalah Digital Banking, yaitu bank yang mampu memberikan personalized banking services, sehingga layanan perbankan akan customized sesuai customer preference. Keputusan BRI untuk membeli satelit adalah untuk meningkatkan jaringan komunikasi BRI. Yang jelas dengan adanya satelit, BRI akan terus berinovasi melalui teknologi mengembangkan layanan jasa perbankan yang modern dan mempermudah nasabah dalam bertransaksi. Artinya dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, BRI akan berupaya untuk terus adaptif dengan menjadikan satelit sebagai kekuatan BRI, bahkan menjadi yang terdepan dalam memberikan kemajuan dan kemudahan layanan perbankan kepada nasabah.

 

Dalam segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sampai saat ini BRI tidak pernah tergoyahkan, apakah dengan hadirnya satelit BRIsat, BRI akan mulai ‘mengabaikan’ segmen UMKM?

Dalam misi BRI tertulis bahwa BRI akan tetap mengutamakan pelayanan kepada UMKM. Justru dengan adanya satelit ini, BRI akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada UMKM dengan memperluas jangkauan layanan ke semua wilayah Indonesia.

 

Produk atau pelayanan apa saja yang akan dihadirkan untuk pelaku UMKM dengan adanya teknologi satelit ini?

Layanan UMKM akan diarahkan ke layanan digital. Dengan BRIsat maka para tenaga pemasar UMKM akan tetap terkoneksi dengan jaringan internal BRI, sehingga proses persetujuan kredit akan lebih cepat dan aman. Disamping itu para pelaku UMKM akan menikmati informasi digital BRI di setiap jaringan kerja BRI.

 

Apakah dengan memiliki satelit yang mampu menjangkau hingga pelosok, merupakan salah satu strategi BRI membatasi penetrasi bank-bank asing yang sudah mulai tergiur masuk pelosok dan membidik UMKM juga?

BRI tidak punya kuasa membatasi penetrasi dari Bank Asing yang akan masuk ke Indonesia. BRI hanya akan lebih mengoptimalkan jaringan kerja yang saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya satelit ini, akan sangat membantu BRI untuk meningkatkan market share dan market penetration.

 

Lalu, rencana bisnis apa saja yang sudah dirumuskan BRI dan kemungkinan potensi bisnis baru di luar core business selama ini yang bisa dioptimalkan dengan kemampuan teknologi satelit ?

Rencana Bisnis BRI saat ini sudah tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) BRI Tahun 2016-2018. Bisnis perbankan adalah bisnis yang highly regulated dan tidak boleh melaksanakan bisnis di luar layanan perbankan. Jadi adanya satelit adalah untuk memperkuat jaringan komunikasi dan dapat mendukung untuk menciptakan layanan perbankan yang inovatif.

 

Setelah BRIsat mengorbit tahun ini, salah satu peluang besar yang bisa diraup BRI, adalah akan semakin optimal dalam layanan branchless banking. Bagaimana strategi BRI mengoptimalkannya?

BRI merencanakan penambahan Agen Brilink menjadi 75.000 Agen pada akhir tahun 2016 dalam rangka mendukung program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif).Pelayanan di daerah rural atau remote area yang belum memungkinkan untuk didirikan kantor BRI akan direkomendasikan agar dilayani menggunakan Agen Brilink.

 

BRI akan berpeluang meningkatkan layanan e-money, bahkan bisa menanamkan aplikasi sendiri di gadget tiap nasabah, sehingga memudahkan transaksi antar nasabah, bahkan bisa mengembangkan aplikasi lainnya, tanggapan anda ?

e-money adalah layanan aplikasi pembayaran online yang memerlukan kualitas akses nasabah dan keamanan transaksi yang lebih tinggi. BRIsat akan meningkatkan aksesibilitas nasabah ke sistem BRI. Dimana ada jaringan BRI, yang semakin luas dengan adanya BRIsat, sistem layanan BRI dapat dinikmati oleh para nasabah BRI dengan kecepatan dan keamanan yang lebih tinggi.

 

Potensi bisnis lain yang terbuka dengan memiliki kemampuan dalam teknologi saat ini salah satunya adalah BRI semakin berpeluang menjalankan bisnis Voice on Internet Protocol (VoIP), apakah bisnis ini berpotensi dijadikan bisnis baru buat BRI ?

BRI tidak akan menjadi perusahaan berbisnis layanan telekomunikasi. Bisnis BRI tetap pada bisnis perbankan. Kapabilitas BRIsat akan dimanfaatkan untuk memberikan layanan perbankan yang maksimal dengan menggeser dari paper based process ke paperless process, sehingga lebih cepat dan efisien. BRIsat juga akan dimanfaatkan untuk komunikasi internal BRI.


Non Bank

Layanan Internet Bisa Dinikmati di Seluruh RI

APJII menjalin kerjasama dengan operator yang memungkin

Perum Jamkindo Berikan Pendampingan Unit Usaha  Pondok Pesantren

Pelatihan diselenggarakan di Ponpes Al Mizan, Pandeglan

CIMB Niaga Persembahkan Film ‘Banda The Dark Forgotten Trail’

Film ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan

Portofolio

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten te

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang te

AAEI Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham

AAEI mengajak masyarakat agar tak ragu lagi untuk berin

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi