Governance, Risk Management & Compliance

Sektor Properti Siap Bangkit tahun Ini

Rabu 7 Februari 2018 10:47:0

Industri properti nasional diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini setelah dalam dua tahun terakhir didera kelesuan. Beberapa proyek infrastruktur yang muali rampung digarap dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal me

Industri properti nasional diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini setelah dalam dua tahun terakhir didera kelesuan. Beberapa proyek infrastruktur yang muali rampung digarap dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi katalisator untuk mendorong pertumbuhan industri ke depan. Kondisi ini masih akan diperkuat lagi dengan fakta bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019, sehingga diramalkan bakal lebih mendorong para investor properti Tanah Air untuk lebih agresif dalam berinvestasi pada tahun 2018 ini. "Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami tidak ragu untuk memang target tinggi untuk kinerja di tahun ini," ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2).

Menurut Wahyuni, pihaknya telah mematok angka Rp2,8 triliun sebagai target yang akan dikejar terkait perolehan pendapatan di sepanjang tahun ini. Nilai tersebut akan coba dikejar dengan mengandalkan produk-produk unggulannya, seperti Mardhika Park Tambun, Grand Taman Melati Margonda, Grandhika City Lifestyle Jatiwarna, The COnexio dan The PAdmayana. "Tak hanya mengejar secara nilai (penjualan), namun juga perluasan market dengan juga menyasar segmen millenial," tutur Wahyuni. Optimisme Wahyuni sejalan dengan pendapat sejumlah pihak yang meyakini bahwa tahun 2018 merupakan momen kebangkitan bagi industri properti dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS), misalnya, menyebut bahwa rendahnya suku bunga kredit perumahan berpotensi bakal terus bertahan di sepanjang tahun. Hal ini diperkirakan bakal menjadi pijakan utama pertumbuhan sektor properti. "Secara keseluruhan ada perbaikan di berbagai indikator, apalagi ditopang oleh suku bunga rendah dan inflasi yang terjadi. Tahun ini memang tahun politik, namun secara umum tidak akan terlalu banyak berpengaruh, sehingga (industri properti tahun ini) akan tetap prospektif," ujar Direktur Neraca Pengeluaran BPS, Puji Agus Kurniawan.

Setelah cukup lesu dalam dua tahun terakhir, industri properti Tanah Air diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini. Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan hasil dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi fondasi yang kuat bagi sektor properti untuk tumbuh lebih maksimal. Kondisi ini masih diperkuat lagi dengan bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019, sehingga para investor property diramalkan bakal all out ini. “Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami juga tak ragu untuk memasang target tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2).

<iframe id="aswift_1" none;box-sizing: border-box; max-width:100%;border-bottom-style:none;border-bottom-width:0px;border-left-style: none;border-left-width:0px;border-right-style:none;border-right-width:0px; border-top-style:none;border-top-width:0px;height:280px;left:0px;list-style-type: none;margin-bottom:0px;margin-left:0px;margin-right:0px;margin-top:0px; padding-bottom:0px;padding-left:0px;padding-right:0px;padding-top:0px; position:absolute;top:0px;width:336px" name="aswift_1" width="336" height="280" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" allowfullscreen="allowfullscreen"> </iframe> Pada tahun 2018 ini, menurut Wahyuni, pihaknya telah memasang target nilai penjualan sebesar Rp2,8 triliun hingga akhir tahun. Nilai tersebut akan coba dikejar dengan mengandalkan produk-produk unggulannya, seperti Mardhika Park Tambun, Grand Taman Melati Margonda, Gradhika City Lifesyle Jatiwarna, The Conexio dan The Padmayana. “Tak hanya mengejar nilai (penjualan), secara target market juga kami perluas ke generasi millennial,” tutur Wahyuni. Optimisme Wahyuni ini sejalan dengan pendapat sejumlah pihak yang memang meyakini bahwa tahun 2018 merupakan momen kebangkitan industri properti nasional. Salah satunya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Direktur Neraca Pengeluaran BPS, Puji Agus Kurniawan menyatakan bahwa rendahnya suku bunga kredit perumahan bakal terus terjadi di sepanjang tahun ini. “Secara keseluruhan ada perbaikan di berbagai indicator, apalagi ditopang oleh suku bunga rendah dan inflasi yang terjadi. Tahun ini memang tahun politik, tapi itu tidak terlalu banyak berpengaruh, sehingga (industri properti) tetap prospektif,” tutur Puji.

Setelah cukup lesu dalam dua tahun terakhir, industri properti Tanah Air diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini. Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan hasil dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi fondasi yang kuat bagi sektor properti untuk tumbuh lebih maksimal. Kondisi ini masih diperkuat lagi dengan bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019, sehingga para investor property diramalkan bakal all out ini. “Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami juga tak ragu untuk memasang target tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2).

Setelah cukup lesu dalam dua tahun terakhir, industri properti Tanah Air diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini. Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan hasil dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi fondasi yang kuat bagi sektor properti untuk tumbuh lebih maksimal. Kondisi ini masih diperkuat lagi dengan bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019, sehingga para investor property diramalkan bakal all out ini. “Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami juga tak ragu untuk memasang target tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2).

Pada tahun 2018 ini, menurut Wahyuni, pihaknya telah memasang target nilai penjualan sebesar Rp2,8 triliun hingga akhir tahun. Nilai tersebut akan coba dikejar dengan mengandalkan produk-produk unggulannya, seperti Mardhika Park Tambun, Grand Taman Melati Margonda, Gradhika City Lifesyle Jatiwarna, The Conexio dan The Padmayana. “Tak hanya mengejar nilai (penjualan), secara target market juga kami perluas ke generasi millennial,” tutur Wahyuni. Optimisme Wahyuni ini sejalan dengan pendapat sejumlah pihak yang memang meyakini bahwa tahun 2018 merupakan momen kebangkitan industri properti nasional. Salah satunya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Direktur Neraca Pengeluaran BPS, Puji Agus Kurniawan menyatakan bahwa rendahnya suku bunga kredit perumahan bakal terus terjadi di sepanjang tahun ini. “Secara keseluruhan ada perbaikan di berbagai indicator, apalagi ditopang oleh suku bunga rendah dan inflasi yang terjadi. Tahun ini memang tahun politik, tapi itu tidak terlalu banyak berpengaruh, sehingga (industri properti) tetap prospektif,” tutur Puji

Setelah cukup lesu dalam dua tahun terakhir, industri properti Tanah Air diyakini bakal siap bangkit di tahun 2018 ini. Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan hasil dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi fondasi yang kuat bagi sektor properti untuk tumbuh lebih maksimal. Kondisi ini masih diperkuat lagi dengan bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019, sehingga para investor property diramalkan bakal all out ini. “Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami juga tak ragu untuk memasang target tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2)
Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan hasil dan stabilitas ekonomi domestik yang relatif terjaga diperkirakan bakal menjadi fondasi yang kuat bagi sektor properti untuk tumbuh lebih maksimal. Kondisi ini masih diperkuat lagi dengan bakal digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019, sehingga para investor property diramalkan bakal all out ini. “Kami sangat optimistis dengan kondisi pasar di tahun ini. Karena itu kami juga tak ragu untuk memasang target tinggi,” ujar Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP), Wahyuni Sutantri, di Jakarta, Rabu (7/2).



Non Bank

Premi BCA Life Tumbuh 46.33% Jadi Rp 471,308 Miliar di 2017

Seiring dengan penambahan produk baru dan pengembangan

OJK Fokuskan Kebijakan Pada Perlindungan Konsumen Fintech

Dengan fokus pada perlindungan konsumen maka pengembang

IT & Corsec MTF Raih Dua Penghargaan ICCA Award III 2018

Per akhir tahun 2017, MTF mencatatkan kenaikan aset seb

Penjualan Otomotif Lesu, MTF Tetap Cetak Pembiayaan 2017 Tumbuh 19 Persen

Anak usaha Bank Mandiri ini mampu menyalurkan pembiayaa

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi