Governance, Risk Management & Compliance

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

Senin 24 Oktober 2016 5:47:0

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten telah mengajukan diri untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup (go private). Salah satunya adalah PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI).

JAKARTA, Stabilitas -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten telah mengajukan diri untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup (go private). Dua perusahaan tersebut ingin melakukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela (voluntary delisting) lantaran selama ini sahamnya tidak terlalu banyak ditransaksikan di lantai perdagangan BEI.

“Sebenarnya laporan keuangan mereka bagus. Hanya saham yang dimiliki publik(floating shares)nya memang kecil, sehingga tidak banyak diperdagangkan,” ujar Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat, beberapa waktu lalu.

Rencananya, pada 30 November 2016 mendatang manajemen bakal meminta ijin go private pada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Bila disetujui, PT Laksana Citranusantara selaku pemegang saham pendiri (PSP) telah bersedia membeli seluruh saham dari pemegang saham publik melalui penawaran tender.

Bila kemudian ada pemegang saham publik yang tidak ikut dalam penawaran tender maka dengan demikian si pemegang saham tersebut akan menjadi pemegang saham dari sebuah perusahaan tertutup. Artinya, pemegang saham tersebut tidak dapat lagi menjual sahamnya melalui BEI dan bakal dikenakan pungutan pajak sebesar 25 persen untuk perusahaan dan 30 persen untuk perorangan.



Non Bank

Siap Dirilis Maret, BI: Izin LinkAja Masih Diproses

Menjelang dirilis Maret mendatang, aplikasi fintech ga

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi