Governance, Risk Management & Compliance

Siap Go Public, Transcoal Pasifik Bidik Dana Segar Hingga Rp225 Miliar

Rabu 30 Mei 2018 5:0:0

PT Transcoal Pasific Tbk siap melepas sebagian kepemilikan sahamnya melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

PT Transcoal Pasific Tbk siap melepas sebagian kepemilikan sahamnya melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Rencananya, jumlah saham yang bakal dilepas ke publik mencapai 1,5 miliar lembar saham atau setara dengan 27,27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Saham tersebut ditawarkan dengan kisaran harga Rp110 hingga Rp150 per saham. Dengan demikian, dana segara yang dimungkinkan diraup perusahaan yang bergerak di bidang bisnis transportasi laut dan logistik batubara tersebut dari aksi go public ini perusahaan berkisar antara Rp165 miliar hingga Rp225 miliar. “Dana itu nantinya akan digunakan perusahaan sepenuhnya sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional,” ujar Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, Ansy Sutisna, di Jakarta, Rabu (30/5). PT Investindo Nusantara Sekuritas sendiri dalam gelaran IPO kali ini dipercaya perusahaan untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) perusahaan.

Sesuai jadwal yang telah disiapkan, masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 31 Mei 2018 dengan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan sudah bakal didapat pada tanggal 21 Juni 2018. Sedangkan untuk masa penawaran umum akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 26 Juni 2018. Jika jadwal tersebut dapat berjalan sesuai rencana, maka saham Transcoal Pacific diharapkan sudah akan dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 2 Juli 2018 mendatang. Pada tahun ini, PT Transcoal Pasific Tbk telah mematok target laba bersih sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar. Target tersebut bakal coba diwujudkan dengan adanya sejumlah kontrak pengiriman batu bara yang telah dikantongi perusahaan.



Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi