Governance, Risk Management & Compliance

SILO Tolak Permintaan Pemprov Kalsel Terkait Uang Jaminan

Minggu 4 Februari 2018 10:52:0

PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) menegaskan penolakannya atas permintaan uang jaminan Rp51 miliar yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait rehabilitasi lahan daerah aliran sungai (DAS).

PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) menegaskan penolakannya atas permintaan uang jaminan Rp51 miliar yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait rehabilitasi lahan daerah aliran sungai (DAS). Penolakan dilakukan karena menurut pihak SILO permintaan uang jaminan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “(Uang jaminan) Itu tidak ada dasar hukumnya. Karena itu kami jelas menolaknya. Uang Rp51 miliar itu tidak sedikit,” ujar Direktur Utama SILO, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, dalam keterangan resminya, Minggu (4/2).

Sebagaimana diketahui, SILO merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan (smelter) bijih besi yang beroperasi di Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan. Beberapa waktu lalu pihak SILO mengaku telah menerima kiriman surat dari Kepala Dinas Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq dengan nomor 522/1054/PDASRHL/Dishut tertanggal 25 Agustus 2017, yang menyebutkan bahwa SILO sebagai pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) seluas 1.731,6 ha, baru merealisasikan penanaman rehabilitasi DAS seluas 11,5 ha. Atas dasar itu, pihakDinas Kehutanan Pemprov Kalsel meminta kepada SILO untuk menyiapkan rekening QQ (bersama) guna kegiatan penanaman rehabilitasi DAS. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi DAS IPPKH, pihak SILO diwajibkan menyiapkan rekening QQ yang dialokasikan khsusus hanya untuk kegiatan penanaman rehabilitasi DAS IPPKH minimal sebesar Rp30.000.000 per ha untuk areal seluas 1.720,116 ha, atau sebesar Rp51.603.300.000. Disebutkan juga bila pihak SILO tidak memenuhi kewajiban DAS IPPKH seluas 1.720,116 ha, maka Dinas Kehutanan Pemprov Kalsel bisa mengusulkan kepada pejabat berwenang untuk mencabut lokasi rehabilitasi DAS yang sudah ditetapkan. Sementara menurut pihak SILO, keberadaan uang jaminan sebesar Rp30 juta per ha itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat. “Sikap (penolakan) kami juga telah diperkuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui surat nomor S.29, Kepala Biro Hukum KLHK, Krisna Rya, bahwa permintaan atas uang jaminan itu tidak diatur dalam peraturan perundangan-undangan. Lagipula kami juga sudah menanam dalam rangka rehabilitasi DAS sekitar 400 ha dan telah mendapat tambahan dari pihak terkait untuk menanam lagi seluas 600 ha. Justru pihak Pemprov yang hingga saat ini tidak kunjung memberikan peta lokasi penanaman DAS kepada kami, sehingga penanaman 600 ha belum bisa dilakukan,” tegas Soenarko.



Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi