Governance, Risk Management & Compliance

SMI Terbitkan Obligasi Rp5 Triliun, Kupon Hingga 9,15 Persen

Rabu 12 Oktober 2016 4:39:0

SMI menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

JAKARTA, Stabilitas -- PT Sarana Multi lnfrastruktur (SMI) menerbitkan surat utang (obligasi) berdenominasi rupiah dengan nilai mencapai Rp5 triliun, yaitu Seri A dengan jangka waktu (tenor) tiga tahun dan kupon 7,25 persen sampai 8 persen, Seri B dengan tenor lima tahun dan kupon 7,5 persen hingga 8,25 persen, Seri C dengan tenor 10 tahun dan kupon 8,15 persen sampai 8,9 persen serta Seri D dengan tenor 15 tahun dan kupon 8,4 persen sampai 9,15 persen.

“Keseluruhan dana dari penerbitan (obligasi) ini akan kami gunakan sepenuhnya untuk pembiayaan infrastruktur,” ujar Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, di Jakarta, Rabu (12/10).

Selama tujuh tahun beroperasi, SMI memiliki total aset sebesar Rp34 triliun dan CAGR pertumbuhan sebesar 64 persen. Berkaca dari tingginya minat masyarakat atas penerbitan obligasi SMI sebelumnya, Emma pun optimistis penerbitan kali ini juga bakal menangguk kesuksesan serupa.

“Berinvestasi pada obligasi SMl merupakan pilihan bijak. Selain sektor infrastruktur merupakan sektor prioritas pemerintah, kami juga merupakan BUMN yang kepemilikannya 100 persen oleh negara, sehingga memiliki prospek yang baik dan resiko yang termitigasi,” tutur Emma.

Obligasi SMI kali ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAAA (Triple A) atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek lndonesia (Pefindo). Perusahaan telah menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities lndonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Securities dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelakasana Emisi.

Periode bookbuilding akan dilakukan pada tanggal 12-25 Oktober 2016, dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 November 2016. Penawaran umum dilaksanakan pada 8-10 November 2016, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 16 November 2016. (Taufan)



Non Bank

Allianz Utama Indonesia Fokus Inovasi Digital dan Perkuat Bisnis Ritel di 2019

Sejalan dengan berkembangnya tren digital dalam kehidup

DanaLaut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMK Kelautan Rp50 Miliar

Di 2019, DanaLaut berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke

BI: Alipay dan Wechat Perlu Ijin Untuk Beroperasi

Perusahaan pembiayaan asing yang bergerak di sistem pem

Shopee Dukung Aturan Pajak e-Commerce

Sebagai salah satu perusahaan e-commece di Indonesia, S

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi