Governance, Risk Management & Compliance

Suku Bunga Turun Dorong Penerbitan Obligasi Korporasi

Senin 20 Juni 2016 12:22:0

“Suku bunga sedang menuju tren turun, biasanya perusahaan memang banyak menerbitkan surat utang karena mereka mengejar momen bunga rendah…" 

JAKARTA, Stabilitas -- Mandiri Sekuritas menilai kecenderungan atau tren penurunan suku bunga akan mendorong penerbitan surat utang atau obligasi korporasi pada tahun 2016 ini akan ramai.

"Suku bunga sedang menuju tren turun, biasanya perusahaan memang banyak menerbitkan surat utang karena mereka mengejar momen bunga rendah," ujar Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto di Jakarta, Senin (20/6).

Abiprayadi menyampaikan hingga Mei 2016, Mandiri Sekuritas telah menyelesaikan delapan transaksi obligasi senilai Rp4,7 triliun. Pangsa pasar Mandiri Sekuritas dari penerbitan obligasi sebesar 15,4 persen.

"Kami optimistis sampai akhir tahun bisa selesaikan total 40 mandat penjaminan emisi obligasi dan saham, naik dari 35 emisi yang deal di 2015," katanya.

Sementara itu, Head of Fixed Income Research Mansek, Handy Yunianto mengatakan bahwa sejak awal tahun hingga 9 Juni 2016, imbal hasil obligasi sudah mencapai 12 persen. Sementara sepanjang tahun lalu, imbal hasil obligasi hanya mencapai 2,35 persen.

"Imbal hasil yang positif itu seiring dengan indikator global dan domestik yang cukup mendukung bagi pasar obligasi di dalam negeri," kata Handy.

Dari Amerika Serikat, lanjut dia, bank sentral AS (The Fed) yang memberi sinyal untuk tidak terburu-buru (dovish) menaikkan suku bunga acuan, membuat obligasi di negara-negara berkembang kembali menarik. Sementara dari dalam negeri, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada Kamis (16/6) lalu juga turut memberi sentimen positif bagi pasar obligasi domestik.

"Namun sentimen dari Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) yang mungkin menjadi kekhawatiran di dalam negeri, karena obligasi di negara kita sebesar 33 persennya dikuasai oleh asing, mau tidak mau risiko itu ada," katanya.

Pasarkan Produk di Indonesia, Aberdeen Gandeng Mandiri Sekuritas

Tue, 04 Oct 2016 - PT Aberdeen Asset Management secara resmi menggandeng PT Mandiri Sekuritas untuk kinerja pemasaran produk reksadananya.

Genjot Invetor Syariah, Mandiri Sekuritas - BSM Gelar Gathering Pasar Modal

Fri, 04 Mar 2016 - Jumlah investor pasar modal syariah terus mengalami pertumbuhan secara signifikan. Jika di 2013 j baru mencapai 803 investor, hingga Desember 2015 telah mencapai 4.908 investor.



Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi