Governance, Risk Management & Compliance

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Rabu 26 Juni 2019 14:56:0

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) Tanamduit hampir Rp150 miliar dari 90.000 nasabah pada pertengahan Juni 2019. Capaian tersebut tumbuh cukup pesat dibandingkan akhir tahun lalu yang masih Rp90 miliar, atau meningkat sekitar 66,67 per

JAKARTA, Stabilitas -- PT Star Mercato Capitale, fintech agen penjual reksa dana dengan nama platform Tanamduit, menargetkan dana kelolaan Rp1 triliun hingga akhir 2019, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan capaian tahun lalu.

Direktur Tanamduit Muhammad Hanif mengatakan, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) hampir Rp150 miliar dari 90.000 nasabah pada pertengahan Juni 2019. Capaian tersebut tumbuh cukup pesat dibandingkan akhir tahun lalu yang masih Rp90 miliar, atau meningkat sekitar 66,67 persen. Adapun penjualan surat berharga negara (SBN) ritel mencapai Rp110 miliar.

"Kami setiap bulan melakukan KYC [know your customer] yang buka rekening mungkin ada 10.000 tapi ritel sekali. Tahun ini target kami besar sekali, kami cukup ambisius," ujarnya.

Tanamduit merupakan perusahaan fintech agen penjual efek reksa dana (APERD). Saat ini mayoritas nasabah Tanamduit berasal dari kalangan millenial berumur 25--35 tahun.

Tanamduit juga tengah menjajaki kerja sama dengan P2P lending yang menyediakan pembiayaan produktif seperti Akseleran. Dia mengatakan kerja sama dengan platform lain menjadi hal yang penting karena nasabah lebih banyak terjaring dari mitra distribusinya.

"Kami akan selalu kembangkan kemitraan, tapi dari platform kami sendiri juga akan kami kembangkan. Nah, caranya dengan tidak hanya menjual produk reksa dana dan SBN, tetapi juga menambah yang lain seperti asuransi, emas, obligasi, dan agregator P2P lending suatu hari," tuturnya.

Hanif mengatakan produk ini dipilih karena dinilai memiliki potensi yang sangat besar dan sudah mulai banyak pemain lain yang mulai mengembangkan produk ini.

Reksadana Filantropi Pertama di Asia Tenggara Resmi Diluncurkan

Mon, 22 Jul 2019 - Dalam strategi investasinya, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio

OJK: Bisnis Model Aggregator Paling Diminati Startup

Mon, 22 Jul 2019 - Selain bisnis aggregator, OJK memperkirakan tren pengembangan startup yang akan menjamur selanjutnya dalah model bisnis digital verification.

Satgas Hentikan 144 Fintech Lending Ilegal

Sun, 28 Apr 2019 - Satgas juga hentikan 73 entitas penawaran investasi tanpa izin

OJK Kembali Hentikan 168 Fintech & 47 Investasi Ilegal

Wed, 13 Mar 2019 - Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima.


Non Bank

Ekonom DBS Perkirakan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Ada beberapa faktor yang mendukung BI turunkan bunga ac

Sequis Hadirkan Produk untuk Milenial

M!Protection adalah produk asuransi yang diperuntukkan

Resmi Diluncurkan, LinkAja Kenalkan Jajaran Manajemen dan Pencapaian

Meski baru resmi diluncurkan, LinkAja tercatat telah be

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi