Governance, Risk Management & Compliance

Taspen Bukukan Laba 192 Persen di 2017

Rabu 14 Februari 2018 17:50:0

PT Taspen mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Di Desember 2016 perolehan laba perusahaan perseroan tersebut senilai Rp 247 miliar, sementara pada Desember 2017 laba perusahaan naik 192 persen menjadi Rp721 miliar.

Jakarta-STABILITAS – Tahun 2017 menjadi tahun dengan kinerja yang unggul bagi TASPEN, Badan Usaha Milik Negara yang mengelola Jaminan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara. TASPEN membukukan laba sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh 192 persen dibandingkan capaian laba di tahun 2016 dengan persentase pencapaian target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 105 persen.

Dalam Public Expose Taspen, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro menjelaskan, tumbuhnya laba taspen secara drastis karena perusahaan tersebut mampu menekan beban. Beban usaha misalnya, dari yang diperkirakan akan mencapai Rp1,5 triliun pada RKAP, di 2017 Taspen hanya mengeluarkan Rp 1,3 triliun atau 86 persen dari perkiraan.

Faktor lainnya, perubahaan fee pengelolaan investasi atas dana Asuransi Jiwa Taspen untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari 5 persen menjadi 6,7 persen berkontribusi sebesar Rp157 miliar. Capaian hasil investasi atas perolehan laba Bank Mantap sebesar 498,2 persen di atas RKAP juga memberikan kontribusi besar pada meningkatnya laba Taspen.

“Selain itu, capaian laba Taspro sebesar 27,43 persen di atas RKAP dan capaian laba Taspen Life sebesar 4,7 persen di atas RKAP juga menjadi hal yang mempengaruhi capaian kinerja Taspen,” jelas Iqbal saat public expose di Kantor Taspen, Senin (12/2).

Dalam public expose itu dijelaskan pula faktor negatif yang mempengaruhi capaian kinerja Taspen. Tingginya tingkat kematian PNS aktif yang berdampak pada jumlah klaim jaminan kematian (JKM) sebesar naik 18,39 persen dari perkiraan.

“Realisasi strategi alokasi investasi juga belum mengacu kepada target RKAP. Juga menurunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia 7 Days Repo Rate berdampak pada penurunan bunga deposito dan fixed income,” jelas Iqbal.


Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi