Governance, Risk Management & Compliance

TBIG Siapkan Global Bond Hingga US$850 Juta

Selasa 21 Mei 2019 6:28:0

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk bersiap menerbitkan global bond dengan total nilai diperkirakan hingga US$850 juta.

JAKARTA, Stabilitas-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) tengah bersiap menerbitkan surat utang (obligasi) berdenominasi dollar AS di luar negeri dengan total nilai diperkirakan hingga 850 juta dolar Amerika Serikat. Rencananya, dana hasil penerbitan global bond itu bakal dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali (refinancing) sejumlah utang yang dimiliki perusahaan saat ini.

Namun untuk benar-benar merealisasikan rencana tersebut, perusahaan dengan kode saham TBIG itu mengaku masih mencermati kondisi pasar yang dinilai masih fluktuatif dan diliputi ketidakpastian. "Kami masih tunggu pasar agar kondusif, sehingga lebih mudah bagi kami untuk menetapkan kupon (bunga obligasi) yang tidak terlalu mahal. Dengan begitu harapannya tidak menambah cost of fund (beban bunga) yang harus kami tanggung," ujar Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Helmy Yusman Santoso, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Selasa (21/5).

Pantas saja bila perusahaan kini masih memilih menunggu agar kondisi pasar lebih stabil. Pasalnya, saat ini rasio utang perusahaan terhadap EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) diketahui telah mencapai 3,1 kali. Sedangkan untuk tahun ini, TBIG mengaku telah menganggarkan penambahan 1.000 menara telekomunikasi baru, baik lewat pembangunan sendiri maupun akuisisi dari pihak lain. Menara-menara baru itu nantinya akan menambah jumlah menara milik perusahaan, yang pada tahun lalu tercatat sebanyak 15.032 menara.

"Untuk tenant kami juga targetkan ada penambahan sebanyak 2.000 di tahun ini. Itu akan menambah catatan di di akhir tahun lalu yang masih sebanyak 25.459 tenant," tutur Helmi.

Di sepanjang tahun ini Helmi juga menyebut bahwa pihaknya telah menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp1,5 triliun. Anggaran sebesar itu ditopang dari pendanaan internal dan juga plafon pinjaman perbankan. "Untuk pinjaman (bank) saat ini kami masih memiliki plafon senilai 600 juta dolar AS dari 10 kreditor. Jadi masih aman," tegas Helmi. (TS)

Dorong "Spin Off", OJK Akan Bolehkan "Platform Sharing"

Thu, 15 Aug 2019 - Dalam aturan tersebut nantinya OJK akan menegaskan bahwa induk usaha bisa berbagi semua hal kepada anak usaha syariahnya yang sudah dipisahkan agar bisa tercipta efisiensi di industri perbankan syariah. Kecuali untuk modal dan manajemen.

Pendapatan Indika Energy Turun di Semester I 2019

Wed, 31 Jul 2019 - Turunnya harga batu bara juga berdampak pada penurunan laba perseroan.

Indofood Catat Penjualan Rp38.61 Triliun

Wed, 31 Jul 2019 - Turunnya harga CPO telah memberikan tekanan bagi kinerja group agrobisnis Indofood.

Permudah Investor Pantau Saham, MNC Sekuritas Luncurkan MNC StockRadars

Mon, 29 Jul 2019 - Melalui aplikasi yang baru saja diluncurkan itu, investor ditawari sejumlah kemudahan dalam menjalankan aktifitasnya memantau saham-saham pilihan (stock screening)

Kencana Energi Siap Lepas 25% Saham ke Publik

Mon, 22 Jul 2019 - Rencananya jumlah saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 977.683.300 lembar saham atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Reksadana Filantropi Pertama di Asia Tenggara Resmi Diluncurkan

Mon, 22 Jul 2019 - Dalam strategi investasinya, reksadana filantropi ini bakal ditempatkan dalam dua jenis portofolio



Non Bank

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Spin off dilakukan untuk mengembangkan usaha koperasi k

Merchant Cashlez Terima Pembayaran dengan GoPay

Lebih dari 6.000 Merchant Cashlez Bisa Terima Pembayara

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi