Governance, Risk Management & Compliance

Trimegah Luncurkan Aplikasi Investasi

Selasa 21 Februari 2017 1:33:0

Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya penetrasi internet dan smartphone di Indonesia, investor atau calon investor memiliki kebutuhan untuk mengelola investasi mereka secara real time

JAKARTA, Stabilitas--Sebagai bentuk komitmen dan dukungan bagi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia dan memberikan kendali yang lebih luas kepada investor terhadap investasinya, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (“Trimegah”) hari meluncurkan Aplikasi Investasi yang diberi nama Trima: Trimegah Investment App, Selasa (21/2) yaitu sebuah aplikasi investasi yang mudah, cepat dan nyaman. Dengan Trima, investor dapat mengelola investasinya kapan saja dan di mana saja, baik melalui smartphone, tablet bahkan smart watch.

Direktur Utama Trimegah, Stephanus Turangan, mengatakan, Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya penetrasi internet dan smartphone di Indonesia, investor atau calon investor memiliki kebutuhan untuk mengelola investasi mereka secara real time. “Kapan saja dan di mana saja. Mereka menginginkan sebuah fasilitasyang memudahkan mereka untuk bertransaksi dan mengelola portofolio investasinya dengan cara yang mudah, aman dan nyaman bagi mereka. Oleh karena itu, kami mempersembahkan Trima.”

Trima hadir sebagai salah satu bentuk komitmen Trimegah dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama di sektor pasar modal Indonesia. “Dengan kemudahan dan keamanan yang ditawarkan Trima, kami berharap lebih banyak calon investor yang semakin tertarik berinvestasi di pasar modal Indonesia,” tutur Stephanus.

Aplikasi Trima yang telah tersedia untuk pada smartphone, tablet, dan smart watch berbasis Android dan iOS. Chief Operating Officer Trimegah, Paul Rafiuly mengatakan, “Trima merupakan aplikasi investasi all-in-one, di mana investor tidak perlu memiliki banyak akun dan aplikasi untuk mengelola investasinya, baik di saham maupun reksa dana. Melalui Trima, kami berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi investor.”kata Stephanus 

“Dari segi registrasi pun Trima menyediakan 2 pilihan cara registrasi. Pertama, calon investor dapat datang ke kantor cabang Trimegah untuk membuka rekening efek, Rekening Dana Nasabah (RDN), Single Investor Identification (SID). Dengan menggunakan data kependudukan pada KTP Elektronik, proses ini hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit sejak pembukaan rekening hingga Anda siap bertransaksi. Atau, dengan do-it-yourself registration yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor cabang Trimegah. Rekening efek, Rekening Dana Nasabah (RDN), Single Investor Identification (SID) akan siap maksimal dalam 2 hari kerja sejak semua dokumen asli dan lengkap kami terima. Untuk mempermudah nasabah, Trimegah menyediakan jasa pengambilan dokumen di tempat calon nasabah,” tutup Paul.

BUMN Siapkan Aplikasi Saingi OVO dan Go-Pay

Wed, 20 Feb 2019 - Sistem pembayaran berbasis online milik HImbara dan Telkomsel, LinkAja dikabarkan akan launching pada awal Maret mendatang, Menteri BUMN berharap dengan adanya aplikasi ini dapat meningkatkan jangkauan transaski digital di Indonesia.

OJK Atur Bunga Secara Tidak Langsung

Thu, 14 Feb 2019 - OJK menampik anggapan bahwa pihaknya mengatur secara langsung fintech P2P. Namun pengaturan tersebut dilakukan secara tidak langsung melalui Asosiasi Pintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)

OJK Tanggapi Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjol

Wed, 13 Feb 2019 - Meminjam ke fintech ilegal tidak menyelesaian masalah tapi malah menambah masalah

OJK Bagi Tips Hindari Fintech Ilegal

Wed, 13 Feb 2019 - OJK membagikan beberapa kiat agar masyarakat terhindar dari fintech yang merugikan, di antaranya agar meminjam sesuai kebutuhan dan kemampuan diri agar tidak dikejar desk collector.

Penetrasi Fintech Indonesia Baru Lima Pesen

Mon, 11 Feb 2019 - Penelitian McKinsey menyebutkan penetrasi fintech di Indonesia baru menyentuh 5 persen, lebih rendah dibandingkan Hongkong dan China yang telah melampaui 50 persen.

LBH Sayangkan Cara OJK Tangani Masalah Fintech Nakal

Mon, 04 Feb 2019 - LBH menyampaikan kekecewaan kepada OJK dalam penyelesaian kasus fintech nakal. LBH juga menyoroti kinerja OJK yang dinilai hanya melindungi perusahaan fintech.



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi