Governance, Risk Management & Compliance

Triwulan I/2019, Pendapatan BUKK Melesat 121,56 Persen

Kamis 2 Mei 2019 10:40:0

Capaian tersebut tumbuh dua kali lipat lebih, atau tepatnya mencapai 121,56 persen dibanding realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp786 miliar.

JAKARTA, Stabilitas - PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) sukses membuka kinerjanya di tahun 2019 ini dengan cukup gemilang. Hal itu setidaknya tergambar dari perolehan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp1,74 triliun di sepanjang triwulan I/2019. Capaian tersebut tumbuh dua kali lipat lebih, atau tepatnya mencapai 121,56 persen dibanding realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp786 miliar. Raihan positif tersebut seolah melanjutkan tren serupa pada tahun sebelumnya, di mana sepanjang tahun 2018 lalu juga sukses mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 90,67 persen menjadi Rp4,68 triliun, dibanding realisasi pendapatan tahun 2017 yang sebesar Rp2,45 triliun.

Ditemui di kantorya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, Direktur BUKK, Abdullah Afifudin Suhaeli, menyatakan bahwa pihaknya bakal berupaya untuk terus menjaga tren pertumbuhan kinerja yang positif itu di tahun 2019 ini. Hingga akhir tahun, jajaran manajemen berharap perusahaan dapat mengantongi nilai pendapatan sedikitnya Rp6,25 triliun, atau mengasumsikan adanya pertumbuhan pendapatan sekitar 39,39 persen di sepanjang tahun ini. "Dengan telah selesainya penyelenggaraan Pemilu pada April ini, kami berharap kinerja pembangunan (infrastruktur) kembali dalam berjalan dan digenjot lebih maksimal lagi, sehingga harapannya dapat turut mendorong sales kami ke depan," ujar Suhaeli.

Sementara untuk kinerja laba, Abdullah menyatakan bahwa pada tahun ini pihaknya optimistis dapat mengantongi laba bersih sedikitnya Rp668,25 miliar hingga akhir tahun nanti. Hal itu dengan mengasumsikan pertumbuhan sekitar 14,25 persen dari realisasi laba pada tahun 2018 lalu yang tercatat sebesar Rp573,01 miliar pada tahun 2018 lalu. Dari nilai laba bersih tahun 2018 tersebut, kesemuanya sebagaimana diputuskan dalam RUPS bakal dimanfaatkan untuk membiayai pengembangan usaha perusahaan. Dengan demikian, pada tahun buku 2018 disepakati bahwa perusahaan tidak akan membagikan dividen pada para pemegang sahamnya.(TS)

 

 


Non Bank

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa QII 2019 Tumbuh 31,9%

Di kuartal Kedua 2019, total Pendapatan Premi memang me

AAJI Gali Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Segmen Milenial

AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27

Dukung Inklusi Keuangan, Cigna Bermitra dengan Lifepal

PT Asuransi Cigna meresmikan kerja sama dengan Lifepal,

Perluas Pasar Sumatera, Generali Resmikan Kantor Baru di Palembang

Pembukaan kantor lantaran didukung oleh potensi dan tin

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi