Governance, Risk Management & Compliance

WIKA Beton Bukukan Laba Bersih 2019 Sebesar Rp510,71 Miliar

Jumat 27 Maret 2020 10:21:0

Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar pada tahun ini.

JAKARTA, Stabilitas - PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WIKA Beton) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Jakarta, Kamis, (26/3/2019). Digelar di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan RUPST WIKA Beton memperhatikan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/lll/2020 dan melaksanakan secara ketat protokol pencegahan Covid-19 seperti disinfeksi, pengukuran suhu tubuh dengan thermoscan, penyediaan hand sanitizer dan social distancing.

RUPST yang dimulai pukul 14.25 WIB tersebut dihadiri sebanyak 6.111.824.179 saham atau mewakili 73,29% dari 8.338.308.649 saham yang telah dikeluarkan Perseroan tidak termasuk saham treasuri dan mengagendakan 7 (tujuh) mata acara yakni:

1. Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2019 termasuk didalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan      Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih termasuk pembagian dividen untuk Tahun Buku 2019.
3. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020.
4. Penetapan Tantiem untuk Tahun Buku 2019, Gaji dan Tunjangan Lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris serta Direksi Perseroan untuk tahun 2020.
5. Persetujuan Pengalihan Saham Treasuri melalui Program MESOP (Management and Employee Stock Option Plan).
6. Persetujuan Pengukuhan Peraturan Menteri BUMN Republik Indonesia Nomor PER- 08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan      Jasa Badan Usaha Milik Negara ("Permen BUMN 08/2019").
7. Perubahan Pengurus Perseroan.

RUPST menyetujui mata acara pertama bahwa Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2019 termasuk Laporan Pengawas Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2019 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan dalam Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku laporan Perseroan.

RUPST menyetujui mata acara kedua mengenai penetapan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yaitu sebesar Rp512,34 miliar dengan rincian : a) 25% dari laba bersih atau senilai Rp128,1 miliar ditetapkan sebagai Dividen Tunai kepada para Pemegang Saham atau setara dengan Dividen per Share (DPS) sebesar Rp15,36; b) 20% dari laba bersih atau senilai Rp102,4 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib dalam rangka memenuhi ketentuan UUPT; dan c) 55% dari laba bersih atau senilai Rp281,8 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

RUPST menyetujui mata acara ketiga untuk memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Audit dan Risiko Usaha dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Mayoritas untuk melakukan pengadaan sampai dengan penunjukan KAP yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020.

RUPST menyetujui mata acara keempat untuk : 1) memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besaran tantiem Tahun Buku 2019, serta menetapkan honorarium dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2020; dan 2) memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besaran tantiem Tahun Buku 2019, serta menetapkan gaji dan tunjangan lainnya bagi Direksi untuk Tahun 2020.

RUPST menyetujui mata acara kelima untuk melakukan pengalihan saham treasuri baik sebagian maupun seluruhnya dengan cara pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) sebanyak-banyaknya 377.157.951 saham dengan harga sebesar Rp202,- per saham.

RUPST menyetujui mata acara keenam mengenai pengukuhan atau ratifikasi Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : PER–08/MBU/12/2019 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara berikut perubahan-perubahannya sebagai pedoman pengadaan barang dan jasa di Perseroan.

Terakhir, RUPST menyetujui mata acara ketujuh untuk memberhentikan dengan hormat Bapak Bambang Pramujo sebagai Komisaris Utama, Ibu Asfiah Mahdiani sebagai Komisaris Independen dan Bapak Yustinus Prastowo sebagai Komisaris Independen kemudian mengangkat Bapak Agung Budi Waskito sebagai Komisaris Utama, Bapak Indrieffouny Indra sebagai Komisaris Independen, dan Bapak Heru Wisnu Wibowo sebagai Komisaris.

Sehingga susunan Dewan Komisaris WIKA Beton berubah menjadi:
Komisaris Utama : Agung Budi Waskito
Komisaris : Heru Wisnu Wibowo
Komisaris : Yohanes Babtista Priyatmo Hadi
Komisaris : Herry Trisaputra Zuna
Komisaris Independen: Priyo Suprobo
Komisaris Independen: Indrieffouny Indra

Sementara susunan Direksi WIKA Beton tetap dijabat oleh pengurus yang sama yaitu sebagai berikut:
Direktur Utama : Hadian Pramudita
Direktur Teknik & Pengembangan : Sidiq Purnomo
Direktur Keuangan : Imam Sudiyono
Direktur Human Capital & Produksi : Mursyid
Direktur Operasi : I Ketut Pasek Senjaya Putra
Direktur Pemasaran : Kuntjara
 
Mencatatkan Kinerja Positif
Sepanjang tahun 2019, WIKA Beton mencatatkan penjualan sebesar Rp7,08 triliun, meningkat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp6,93 triliun. Sementara itu, Laba Bersih Perseroan terealisir sebesar Rp510,71 miliar, meningkat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp486,64 miliar.

Adapun arus kas WIKA Beton dari aktivitas operasi "positif" sebesar Rp1,12 triliun. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi adalah sebesar Rp379,29 miliar dan arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9,37 miliar sehingga kenaikan kas bersih sebesar Rp737,38 miliar. Dengan demikian, kas bersih awal Perseroan tahun 2019 sebesar Rp865,02 miliar, naik menjadi Rp1,60 triliun di akhir tahun 2019.

Beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak baru hingga Desember 2019 ini masih didominasi oleh proyek di bidang infrastruktur sebesar 72,80%, disusul proyek di sektor energi sebesar 12,06%, kemudian sisanya berasal dari sektor properti, industri, dan pertambangan masing-masing menyumbang sebesar 8,12%, 3,58%, dan 3,44%. Proyek-proyek tersebut di antaranya adalah Tol Pekanbaru – Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan, Tol Semarang – Demak, Tol Balikpapan – Samarinda Paket 2, 3 & 4, Jakarta International Stadium, Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Dermaga Patimban, Tol Serpong – Balaraja, Tol Serang – Panimbang dan Pembangunan Infrastruktur Bandara Kulon Progo.

Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan sejumlah target pencapaian di tahun 2020 ini, seperti target perolehan kontrak baru sebesar Rp11,47 triliun, target penjualan sebesar Rp9,49 triliun, target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar. WIKA Beton pun sangat optimistis mampu meraih target- target ini.

SIG Dukung Pemerintah Dalam Percepatan Pembangunan Perumahan

Wed, 29 Jul 2020 - Bersama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk, SIG menjalin kerjasama berupa penyediaan teknologi konstruksi One Day One Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat.

SIG Manfaatkan Sampah Perkotaan Untuk Energi Alternatif

Tue, 21 Jul 2020 - Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) menjadi RDF mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya.

Masuki Semester-II 2020, WIKA Optimistis Jalankan Aktivitas Operasi

Thu, 16 Jul 2020 - Perseroan memiliki optimisme baru untuk mengembalikan ritme bisnisnya di tengah berbagai tantangan yang terjadi,

PT Jamkrindo Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

Fri, 10 Jul 2020 - Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja perusahaan yang selama ini telah memberikan pelayanan terbaik untuk penjaminan kredit UMKM

Kemenperin Siapkan Kawasan Industri Terpadu untuk Tarik Investor Potensial

Wed, 08 Jul 2020 - Kemenperin akan menawarkan lahan kawasan industri terpadu dengan total 12.500 hektare kepada investor.

Jamkrindo Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

Tue, 07 Jul 2020 - Program ini dijalankan pemerintah sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi