Governance, Risk Management & Compliance

WIKA Ekspansi Bisnis di Afrika

Rabu 21 Agustus 2019 20:33:0

Untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Afrika, WIKA dalam hal ini bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank

DENPASAR, Stabilitas-- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) siap menggarap proyek-proyek infrastruktur di Afrika karena potensi pengembangan infastruktur tak hanya dari dalam negeri saja, tetapi dari proyek-proyek konstruksi, dalam hal ini Afrika.

Berbicara dalam diskusi panel di perhelatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua Bali, Selasa (20/8/2019), Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, pasar di luar negeri (Afrika) harus diimplementasi dalam kerjasama proyek dan pembangunan infrastruktur.

"Bagi kami pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya WIKA di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur," ujar Tumiyana.

Untuk pembiayaan, WIKA dalam hal ini bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.

Tantangannya kemudian adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik.

"Bilamana itu dapat dilakukan, maka akan semakin meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika" papar Tumiyana.

Pada pelaksanaan IAID 2019 ini, WIKA terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur pada negara-negara berkembang di Afrika sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.

Bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Perseroan mencatatkan kesepakatan bisnis sebesar 356 juta dollar Amerika Serikat. Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Fasilitas Buyer's Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar 40 juta dollar AS.

Kemudian untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar 250 juta dollar AS, dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar 66 juta dollar AS.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi yang membuka penyelenggaraan IAID 2019 mengatakan bahwa pada IAID 2019 ini, selain diisi oleh serangkaian pertemuan bilateral juga akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepakatan-kesepakatan bisnis dan bilateral kedua negara

"Kerja sama yang akan direalisasikan antara lain ditujukan untuk proyek infrastruktur dan pembahasan kerja sama perdagangan" tukas Menteri Retno.

Berselang beberapa saat, rangkaian IAID pada hari pertama dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas diplomasi industri dan ekonomi.

Duduk dalam satu meja dialog sebagai narasumber kunci, yaitu: Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro, Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh, Perdana Menteri II Uganda Kirunda Muwabe, Pejabat Senior Kenya Raila Odinga, dan Menteri Perencanaan Senegal Cheikh Kante.

Hadir pada konferensi tingkat tinggi yang membahas kerja sama pembangunan infrastruktur di belahan dunia selatan tersebut, antara lain, para pejabat senior dari 53 negara Afrika, BUMN, dan para stakeholder jasa infrastruktur.

 

SIG Pelopori Penjualan Beton Siap Pakai Via Online

Thu, 11 Jun 2020 - Dengan layanan berbasis online tersebut, Semen Indonesia ingin lebih mempermudah pasar ritel individu dalam melakukan pemesanan terhadap produk-produk ready mix SIG.

PT Nusantara Infrastructure Tbk Catatkan Pertumbuhan 101 Persen

Wed, 22 Apr 2020 - Pencapaian perseroan pada 2019 ditopang oleh berbagai faktor seperti pengembangan bisnis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan yang baik.

Cegah Covid19, Waskita Realty Adakan 25 Wastafel Portabel

Thu, 02 Apr 2020 - Dengan adanya wastafel portabel ini, diharapkan dapat membuat warga di sekitar Serpong yang masih beraktivitas di luar rumah bisa mendapatkan kemudahan untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sesuai anjuran pemerintah dan para ahli kesehatan.

WIKA Beton Bukukan Laba Bersih 2019 Sebesar Rp510,71 Miliar

Fri, 27 Mar 2020 - Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar pada tahun ini.

PT Tower Bersama Infrastructure Umumkan Penawaran Obligasi Rupiah

Fri, 27 Mar 2020 - Saat ini perseroan memiliki struktur utang yang sangat kuat, dengan utang yang sepenuhnya terlindung nilai, jangka panjang dan masih banyak ketersediaan komitmen yang belum digunakan.

Tumbuh 26,42%, Laba Bersih WIKA Tahun 2019 Capai Rp2,62 Triliun

Sat, 21 Mar 2020 - Tahun ini Wika menargetkan dapat memperoleh laba bersih Rp2,92 Triliun atau tumbuh 11,41% dibandingkan dengan realisasi Tahun 2019.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi