Governance, Risk Management & Compliance

Edisi 153 Maret 2020

Virus corona, sudah menjadi makhluk yang menakutkan semua orang. Meski bentuknya sangat kecil hingga tak terlihat mata namun daya rusaknyasangat hebat hingga sudah sedemikian rupa merontokkan ekonomi.

Bahkan diperkirakan oleh banyak pengamat, ekonom dan analis, dampak kerusakan ekonomi dari pandemi yang virusnya dimulai dari Cina ini akan lebih parah dari krisis-krisis keuangan sebelumnya. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari ketakutan dari hampir semua penduduk bumi yang memaksa setiap orang untuk diam di rumah. Interaksi antar orang pun terhenti, demikian juga aktivitas ekonomi. Inilah yang membuat dampaknya akan lebih menyeramkan dari krisis ekonomi mana pun.

Fenomena berhentinya kegiatan ekonomi dan bisnis itu tidak hanya terjadi di Indonesia, hanya terjadi di kawasan saja, bahkan di hampir seluruh dunia. Orang-orang dan perusahaan memang tengah berjuang di tengah fenomena lockdown, tetapi kesulitan pemerintah lebih besar. Bahkan banyak negara sekarang mulai melakukan self-distancing ekonominya terhadap negara lain, dan itu akan mengubah dunia yang kita kenal ini.

Proses ini telah membuat banyak spekulasi bahwa globalisasi berada di ambang jurang. Tatanan dunia ekonomi yang ada sekarang tengah memudar. Bahkan perspektif kita tentang sistem perdagangan bebas terbuka tengah terancam. Lalu bagaimana pula kondisinya pada Indonesia, terutama di sektor keuangan.

Nah pada edisi ini, Majalah Stabilitas akan mengangkat laporan utama dengan mencoba menjawab pertanyaan, apa yang akan terjadi dengan dunia setelah wabah corona berakhir.

Pada tulisan pertama, kami akan mengulas peristiwa-peristiwa besar dunia yang telah mengubah wajah dunia, wajah ekonomi dunia sebelumnya. Baik peristiwa ekonomi, maupun peristiwa wabah seperti corona ini. Lalu bagaimana dunia ketika itu bereaksi dan apa yang terjadi kemudian, akan menjadi penjelasan kami selanjutnya.

Tulisan berikutnya akan diulas skenario kebangkitan Cina pasca Corona yang dinilai akan melejitkan ekonominya dan menggeser kekuatan AS sebagai ekonomi terkuat dunia. Apa saja yang akan dilakukan Cina setelah memproklamirkan diri sebagai negara pertama yang bebas dari corona, di bidang ekonomi dan perdagangan?

Selanjutnya tentu akan diulas mengenai kekuatan ekonomi AS pasca corona. Akan kami hadirkan pula prediksi dari ekonom-ekonom mengenai posisi AS dan lalu kondisi perdagangan internasional setelah dunia menderita akibat karena virus corona. .

Berikutnya kami juga akan mengulas mengenai perubahan aturan atau kebijakan-kebijakan baru yang sebelumnya tidak ada bisa dilakukan baik pemerintah dan otoritas keuangan di Indonesia. Tentu untuk menghindari dampak corona yang lebih besar lagi. Dengan kata lain, apa yang akan dan sedang dilakukan otoritas agar ekonomi lebih cepat bangkit jika wabah corona benar-benar selesai.

Last but not least, kami akan sajikan tulisan mengenai risiko-risiko yang terjadi apabila kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan atau antisipasi yangdilakukan tidak berjalan seperti yangdirencanakan.

Pembaca yang budiman, dengan meluncurnya edisi kali ini kami juga sekaligus akan mengumumkan bahwa majalah yang sedang Anda sekarang ini tidak lagi dicetak dalam bentuk hard-copy. kami akan mengirimkannya kepada Anda dalam bentuk soft-copy, atau Anda bisa mengunduhnya di website www.stabilitas.co.id.

Hal itu kami lakukan sebagai respons atas merebaknya wabah corona ini sekaligus sebagai dukungan kami atas himbauan pemerintahan agar kita semua melakukan self-distancing dan berkegiatan dari rumah. Anda tetap di rumah dan kami akan antarkan informasi yang menginspirasi ini ke hadapan Anda.


Non Bank

OJK Keluarkan Kebijakan Stimulus Lanjutan Bagi IKNB

Penyesuaian Pelaksanaan Teknis Pemasaran PAYDI Dan Kebi

Kredit Kuartal I CIMB Niaga Finance Tumbuh 52%

Kredit atau pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga Finan

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi